Ini Penyebab Bunga Mangga Banyak Rontok dan Tidak Jadi Buah
Ini Penyebab Bunga Mangga Banyak Rontok dan Tidak Jadi Buah--
RADARMUKOMUKO.COM - Musim berbunga pada pohon mangga seringkali menghadirkan harapan besar bagi para petani maupun pekebun rumahan. Ranting-ranting dipenuhi bunga kecil berwarna kekuningan yang tampak menjanjikan panen melimpah beberapa bulan kemudian.
Namun, harapan itu tidak jarang berakhir dengan kekecewaan ketika bunga-bunga tersebut mulai rontok satu per satu sebelum sempat berkembang menjadi buah.
Fenomena ini kerap terjadi di berbagai sentra mangga di Indonesia dan menjadi persoalan yang cukup meresahkan, terutama bagi petani yang menggantungkan hasil panennya pada musim tersebut.
Di sejumlah daerah penghasil mangga seperti Indramayu, Probolinggo, hingga Sumatera Barat, para petani mengaku sering menghadapi masalah serupa. Pada awal musim berbunga, pohon mangga tampak sangat subur.
Bunga muncul dalam jumlah banyak, tetapi beberapa minggu kemudian bunga-bunga tersebut berguguran sebelum membentuk bakal buah. Situasi ini membuat produksi mangga menurun drastis.
Menurut peneliti hortikultura dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Rudi Hartono, salah satu penyebab utama bunga mangga rontok adalah kegagalan proses penyerbukan.
Ia menjelaskan bahwa bunga mangga sangat bergantung pada bantuan serangga seperti lebah, lalat, atau kumbang untuk memindahkan serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina. “Jika populasi serangga penyerbuk di sekitar kebun menurun, maka peluang terjadinya penyerbukan juga ikut berkurang.
Akibatnya banyak bunga yang akhirnya rontok karena tidak berkembang menjadi bakal buah,” ujar Rudi dalam sebuah diskusi hortikultura beberapa waktu lalu.
Selain faktor penyerbukan, perubahan cuaca yang ekstrem juga memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan pembentukan buah mangga.
Hujan yang turun terlalu sering saat masa pembungaan dapat merusak serbuk sari atau bahkan membuat bunga membusuk sebelum sempat diserbuki. Angin kencang pun dapat menyebabkan bunga-bunga rapuh tersebut jatuh dari tangkainya.
Ahli agronomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Bambang Santosa, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak stabil sering menjadi pemicu utama kerontokan bunga.
“Bunga mangga sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Kelembapan udara yang terlalu tinggi atau hujan berkepanjangan bisa menyebabkan serbuk sari gagal berkembang. Dalam kondisi seperti itu, pohon biasanya menggugurkan bunganya secara alami,” katanya.
Selain faktor lingkungan, kondisi nutrisi tanaman juga berperan penting dalam menentukan keberhasilan bunga menjadi buah. Pohon mangga yang kekurangan unsur hara tertentu, terutama kalium dan fosfor, cenderung mengalami kerontokan bunga lebih tinggi.
Kedua unsur tersebut berperan penting dalam proses pembentukan bunga, penyerbukan, hingga perkembangan buah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
