DPRD MUKOMUKO, HUT 23 MUKOMUKO

Sejarah Terciptanya Sepeda Listrik di China dan Tujuannya

Sejarah Terciptanya Sepeda Listrik di China dan Tujuannya

Sejarah Terciptanya Sepeda Listrik di China dan Tujuannya--

RADARMUKOMUKO.COM -  Di jalan-jalan kota Beijing yang sibuk pada awal 1990-an, suara klakson dan deru mesin kendaraan bermotor mulai terasa menyesakkan. Kabut tipis polusi menggantung di udara, sementara jutaan warga bergegas menuju tempat kerja dengan sepeda konvensional atau bus yang padat. 

Di tengah perubahan ekonomi yang melaju cepat, China menghadapi tantangan besar: bagaimana menjaga mobilitas rakyatnya tanpa menambah beban polusi dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dari kegelisahan itulah lahir sebuah inovasi yang kelak mengubah wajah transportasi perkotaan sepeda listrik.

Gagasan sepeda listrik sebenarnya bukan sepenuhnya baru. Konsep kendaraan roda dua bertenaga listrik sudah muncul dalam paten di Eropa dan Amerika sejak akhir abad ke-19. Namun di China, ide tersebut menemukan momentum yang berbeda. 

Pada dekade 1980-an hingga awal 1990-an, ketika reformasi ekonomi membuka pintu industrialisasi besar-besaran, jumlah sepeda di China mencapai ratusan juta unit. 

Sepeda menjadi simbol mobilitas rakyat. Namun meningkatnya urbanisasi dan pertumbuhan industri membuat kebutuhan akan kendaraan yang lebih cepat dan efisien semakin mendesak.

Profesor Zhang Jian dari Tsinghua University dalam sebuah wawancara yang dimuat jurnal Energy Policy menjelaskan bahwa tekanan lingkungan menjadi salah satu faktor utama. 

“Pemerintah kota-kota besar mulai menyadari bahwa pertumbuhan sepeda motor berbahan bakar bensin memperparah polusi udara dan kebisingan. Sepeda listrik dipandang sebagai solusi antara lebih cepat dari sepeda biasa, tetapi lebih bersih dari sepeda motor,” ujarnya.

Pada pertengahan 1990-an, sejumlah perusahaan kecil di Shanghai, Tianjin, dan Jiangsu mulai memproduksi sepeda listrik dalam skala terbatas. Teknologi baterai timbal-asam yang relatif murah memungkinkan harga jual tetap terjangkau bagi masyarakat kelas menengah. 

Pemerintah daerah pun memberi dukungan kebijakan dengan membatasi sepeda motor bensin di beberapa pusat kota, sehingga sepeda listrik mendapatkan ruang untuk tumbuh.

Tujuan awal pengembangan sepeda listrik di China bukan semata-mata inovasi teknologi, melainkan jawaban atas kebutuhan sosial dan ekonomi. 

Kota-kota besar menghadapi kepadatan lalu lintas, sementara sistem transportasi publik belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan penduduk urban. 

Sepeda listrik menawarkan jarak tempuh lebih jauh dengan tenaga minimal, membantu pekerja menempuh perjalanan belasan kilometer tanpa kelelahan berlebihan.

Li Ming, seorang pekerja pabrik di Suzhou yang mulai menggunakan sepeda listrik pada akhir 1990-an, mengenang perubahan itu sebagai titik balik. 

“Dulu saya harus mengayuh hampir satu jam untuk sampai ke pabrik. Setelah memakai sepeda listrik, waktu tempuh berkurang setengahnya dan saya tetap punya tenaga saat mulai bekerja,” tuturnya dalam laporan media China Daily.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: