Disway Awards

Kentang: Bukan Sekadar Karbohidrat, Sumber Vitamin dan Mineral Penting!

Kentang: Bukan Sekadar Karbohidrat, Sumber Vitamin dan Mineral Penting!

Kentang: Bukan Sekadar Karbohidrat, Sumber Vitamin dan Mineral Penting!--

RADARMUKOMUKO.COM - Banyak orang sering menganggap kentang hanya sebagai sumber karbohidrat yang bisa membuat berat badan naik. Padahal, di balik bentuknya yang sederhana, si umbi yang memiliki nama ilmiah Solanum tuberosum ini menyimpan kekayaan vitamin dan mineral yang luar biasa penting bagi kesehatan tubuh. Tak hanya menjadi bahan makanan yang mudah ditemukan dan terjangkau, kentang juga berperan sebagai salah satu pilar nutrisi yang bisa mendukung fungsi tubuh secara optimal.

Salah satu kelebihan utama kentang adalah kandungan vitamin C-nya yang tinggi. Dalam setiap 100 gram kentang mentah, terkandung sekitar 19 miligram vitamin C – jumlah yang cukup untuk memenuhi sekitar 32% kebutuhan harian dewasa. Berbeda dengan buah-buahan yang sering dianggap sebagai sumber utama vitamin C, kentang memiliki keunggulan karena lebih tahan lama saat disimpan dan tidak mudah rusak. Vitamin C ini berperan krusial dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu produksi kolagen untuk kesehatan kulit dan tulang, serta bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Selain vitamin C, kentang juga kaya akan vitamin B kompleks, terutama vitamin B6. Setiap porsi 100 gram kentang menyediakan sekitar 0,3 miligram vitamin B6, atau sekitar 23% kebutuhan harian. Vitamin ini sangat penting untuk metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat, serta berperan dalam pembentukan sel darah merah dan neurotransmitter yang mengatur suasana hati. Kandungan vitamin B lainnya seperti folat, niasin, dan tiamin juga ada dalam jumlah yang signifikan, menjadikan kentang sebagai sumber nutrisi yang seimbang untuk mendukung fungsi saraf dan sistem pencernaan.

Dari sisi mineral, kentang menunjukkan profil yang mengesankan. Kalium adalah mineral utama yang ditemukan dalam kentang – bahkan lebih banyak daripada pisang. Dalam 100 gram kentang terdapat sekitar 429 miligram kalium, yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur detak jantung yang normal, dan membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Mineral penting lainnya seperti fosfor, magnesium, dan zat besi juga terkandung dalam kentang. Fosfor mendukung kesehatan tulang dan gigi, magnesium membantu fungsi otot dan sistem saraf, sedangkan zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Tak boleh dilupakan, kentang juga mengandung serat makanan yang baik, terutama jika dikonsumsi dengan kulitnya. Serat tidak hanya membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit, tetapi juga dapat membantu mengontrol kadar gula darah dengan memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah. Hal ini membuat kentang menjadi pilihan yang cocok bahkan untuk penderita diabetes tipe 2, asalkan diolah dengan cara yang tepat seperti merebus, memanggang, atau mengukus tanpa menambahkan minyak atau gula berlebih.

Pengolahan yang salah seringkali membuat kentang dianggap sebagai makanan yang tidak sehat. Misalnya, menggoreng kentang dalam minyak panas dapat meningkatkan kadar lemak jenuh dan kalori, serta menghasilkan zat berbahaya seperti akrilamid. Namun, jika diolah dengan benar, kentang bisa menjadi bagian penting dari pola makan sehat. Di Indonesia, kita bisa menikmati olahan kentang yang sehat seperti kentang rebus dengan sambal hijau, tumis kentang dengan sayuran, atau bubur kentang untuk anak-anak.

Dengan segala kandungan vitamin dan mineral yang dimilikinya, jelas bahwa kentang jauh lebih dari sekadar sumber karbohidrat. Si umbi serbaguna ini layak mendapatkan tempat khusus di meja makan kita sebagai sumber nutrisi penting yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: