RADARMUKOMUKO.COM - Jajaran Pemerintah Desa Medan Jaya Kecamatan Ipuh, ikut berkontribusi langsung untuk menyukseskan proses penyaluran Bantuan Pangan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mukomuko pada Rabu,(17/6/2026) pekan lalu.
Sesuai dengan data yang disampaikan Dinsos melalui pendamping sosial, semua nama warga Desa Medan Jaya yang telah tercatat sebagai penerima Bantuan Pangan ini, sudah mendapatkan bantuan tersebut.
Yang menariknya, data penerima bantuan pangan dari Dinasos ini, diduga tumpang tindih. Sehingga penyaluran bantuan tersebut disinyalir tidak tepat sasaran dan tidak tepat guna. Karena ada nama warga yang terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), juga ikut terseret sebagai penerima bantuan pangan tersebut.
Kepala Desa (Kades) Medan Jaya, Afrizal (Akang), mengatakan, terkait dengan data atau nama-nama lwarga yang ditetapkan menjadi penerima bantuan pengan dari Dinsos ini, ia mengaku tidak tahu. Dalam hal ini Pemerintah Desa hanya membantu untuk proses penyaluran. Data penerima sudah ada dari pihak Dinsos. Warga yang menerima bantuan pangan berupa beras dan minya goreng ini, sesuai dengan data yang diberikan Dinsos. Mereka dari desa tidak merubah, tidak mengurangi dan tidak juga menambah jumlah penerima.
"Sesuai dengan data yang diberikan oleh Dinas Sosial, jumlah warga Desa Medan Jaya yang mendapat bantuan pangan ini sebanyak 189 Kepala Keluarga (KK). Masing-masing penerima mendapatkan beras 1 karung dengan berat 10 kilo gram dan minyak goreng 4 bungkus," ungkap Akang pada saat dihubungi tempo hari.
Ditambahkannya, terkait dengan apa saja kriteria untuk menerima bantuan ini, dia mengaku juga tidak mengetahuinya. Yang jelas dari 189 KK yang menjadi penerima bantuan pangan dari Dinas Sosial ini, ada beberapa orang diantaranya terdaftar sebagai penerima PKH. Kemudian warga yang menerima bantuan ini, bahakan bisa dikatakan beberapa orang penerima tidak terbilang miskin, dan tidak masuk desil rendah. Kemudian juga ada warga yang dinilai tidak terlalu miskin juga menerima bantuan tersebut. Dia menjelaskan terkait dengan data penerima, pemerintah desa rusak tahu menahu. Desa hanya bantu dalam penyaluran saja.
"Kita desa hanya membantu proses penyaluran. Semua data atau nama-nama warga penerima bantuan ini berasal dari Dinas Sosial. Kalau tidak salah ada beberapa penerima PKH, juga ikut menerima bantuan pangan tersebut. Bagaimana kriteria penerima bantuan ini kita tahu," tambah Akang.