RADARMUKOMUKO.COM - Hampir genap 1 tahun setengah, masa kepemimpinan Bupati dan wakil bupati Mukomuko, Choirul Huda-Rahmadi, akses utama menuju ke Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, semakin hancur dan babak belur.
Baik itu Jalan maupun jembatan menuju ke desa tersebut, semuanya mengalami kerusakan yang cukup parah. Semuanya butuh peningkatan atau pembangunan dari pemerintah.
Khusus untuk Jalan poros menuju ke desa tersebut, setelah dibangun (pengerasan lapen) dizaman kepemimpinan mendiang Ichwan Yunus belasan tahun silam, hingga sekarang Jalan tersebut tidak pernah mendapat perhatian (perbaikan dari pemerintah).
Baik itu pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko sendiri, pun dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Sementara untuk Jembatan gantung akses utama menuju ke desa ini, juga telah mengalami kerusakan yang cukup parah.
Hampir semua besi gelagar dasar jembatan tersebut kropos lapuk dimakan usia. Dan hanya direhab apabila ada mobil yang nyaris jetuh ke sungai Selagan. Seperti kejadian Senin,(15/6/2026) kemarin.
Kerusakan Jalan dan jembatan di Desa Talang Buai ini bukan lagi informasi baru, tetapi sudah berlangsung cukup lama.
Dan kerusakan Jalan dan jembatan ini, terkesan dibiarkan saja. Seakan di Desa Talang Buai ini tidak ada masyarakatnya. Padal jumlah penduduk di Desa Talang Buai ini bukan lagi sedikit. Dimana untuk mata pilih di Desa ini hampir mendekati angka 1000.
Kemudian hasil pertanian seperti perkebunan dan persawahan juga tidak sedikit. Kerusakan infrastruktur Jalan dan jembatan ini tentu berdampak langsung dengan masyarakat.
Karena hasil pertanian seperti perkebunan dan persawahan masyarakat dibeli dengan harga murah. Dengan dalih pemotongan biaya langsir atau angkutan ke luar. Dan perekonomian masyarakat begitu seret.
Setiap masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) seperti pemilihan Bupati dan wakil bupati, masing-masing calon hadir dan berkampanye di Desa Talang Buai. Kondisi Jalan dan jembatan di Desa ini menjadi atensi masing-masing calon.
Seiring dengan itu, isu pembangunan Jalan dan jembatan di Desa Talang Buai juga ikut mencuat. Namun, sayanganya setelah Pilkada selesai isu pembangunan Jalan dan jembatan juga ikut selesai, dan hilang bak ditelan bumi.
Dan sekarang kondisi Jalan dan jembatan menuju Desa Talang Buai semakin rusak. Jangankan dibangun, khusus untuk Jalan direhabpun tidak pernah. Hanya kerusakan jembatan yang direhab. Itupun setengah-setengah.
"Pembabgunan Jalan dan jembatan tidak bisa dilakukan, dengan dalih anggaran daerah tidak memadai. Setidaknya ada rehab secara berkala atau rehab rutin. Sehingga kita masyarakat tetap bisa lancar mengeluarkan hasil pertanian," ungkap salah satu tokoh pemuda desa setempat, Herlien, Rabu,(17/6/2026).
Menurutnya, terkait usulan pembangunan Jalan dan jembatan di desa ini sudah setiap tahun diusulkan oleh pemerintah desa.