RADARMUKOMUKO.COM - Hari Jumat selalu menghadirkan nuansa yang berbeda dalam kehidupan umat Islam. Sejak matahari mulai meninggi, lorong-lorong menuju masjid dipenuhi langkah jamaah yang datang dengan pakaian bersih dan wajah yang teduh.
Ada yang mengenakan gamis sederhana, ada pula yang memakai baju koko rapi berwarna cerah. Di antara berbagai pilihan warna itu, putih menjadi warna yang paling sering terlihat, seolah menyimpan pesan kesucian yang diwariskan sejak masa Rasulullah SAW.
Dalam tradisi Islam, memakai pakaian terbaik saat menghadiri Salat Jumat bukan hanya persoalan penampilan, melainkan bagian dari adab dan penghormatan terhadap hari yang dimuliakan. Imam Al-Qurtubi, ulama besar penafsir Al-Qur’an asal Andalusia, menjelaskan bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya tampil bersih dan indah ketika berkumpul untuk ibadah.
Dalam tafsirnya terhadap Surah Al-A’raf ayat 31, ia menerangkan bahwa mengenakan pakaian yang baik saat menuju masjid merupakan bentuk menjaga kehormatan di hadapan Allah dan manusia.
Menurut Al-Qurtubi, warna putih menjadi pilihan yang paling utama karena memiliki makna kebersihan, ketenangan, dan kesederhanaan. Pendapat itu selaras dengan hadis Rasulullah SAW yang menganjurkan umat Islam memakai pakaian putih karena dianggap lebih suci dan baik.
Dari masjid-masjid di Madinah hingga berbagai penjuru dunia Islam hari ini, sunnah tersebut tetap hidup dan menjadi bagian dari budaya keagamaan yang penuh makna.
Ustaz Hendra Maulana, pengajar ilmu tafsir di Bengkulu, mengatakan bahwa anjuran memakai pakaian putih pada hari Jumat bukan berarti Islam melarang warna lain. Namun, putih dipandang memiliki nilai simbolis yang kuat dalam ibadah.
“Imam Al-Qurtubi menekankan pentingnya menghadirkan keindahan dan kebersihan ketika menghadap Allah. Warna putih menjadi lambang kesucian hati sekaligus kesederhanaan seorang muslim,” ujarnya saat ditemui selepas kajian Jumat di kawasan Ratu Agung.
Ia menambahkan, inti dari sunnah berpakaian saat Jumat terletak pada kebersihan dan kepantasan, bukan kemewahan. Karena itu, seseorang tidak dituntut membeli pakaian mahal hanya demi dianggap lebih religius.
Islam justru mengajarkan keseimbangan antara kerapian dan kerendahan hati. “Yang paling penting adalah pakaian itu bersih, menutup aurat, dan tidak berlebihan,” katanya.
Di berbagai daerah di Indonesia, tradisi memakai pakaian putih saat Jumat masih mudah ditemukan. Sebagian jamaah percaya warna itu membawa ketenangan batin ketika mendengarkan khutbah dan melaksanakan salat berjamaah.
Meski demikian, ulama tetap mengingatkan bahwa substansi ibadah tidak berhenti pada warna pakaian semata. Adab datang lebih awal ke masjid, menjaga kebersihan tubuh, memakai wewangian, dan mendengarkan khutbah dengan khusyuk merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kemuliaan Jumat.
Imam Al-Qurtubi juga menyinggung bahwa keindahan dalam Islam memiliki hubungan erat dengan akhlak. Penampilan yang rapi mencerminkan penghormatan terhadap ibadah sekaligus bentuk kepedulian kepada orang lain. Dalam suasana masjid yang dipenuhi jamaah, kebersihan pakaian dan tubuh menjadi cara sederhana untuk menghadirkan kenyamanan bersama.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, nilai-nilai itu tetap relevan. Hari Jumat bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan momentum memperbaiki diri lahir dan batin.*