RADARMUKOMUKO.COM – Jadwal pola tanam masih menjadi satu momok mengkhawatirkan bagi para petani. Petani menilai selama ini jadwal pola tanam padi dan pengeringan di Daerah Irigasi (DI) Manjuto, kurang konsisten.
Sehingga tiap kali selesai panen, para petani acap ragu apakah musim tanam selanjutnya lanjut pola tanam padi atau malah jadwal pengeringan irigasi.
Terlebih selama ini, jadwal turun tanam padi hanya dua kali dalam satu tahun. Sehingga satu musim, persawahan petani kering.
Kades Sumber Makmur, Hadi Sulistiyo, menyampaikan, para petani khususnya di Sumber Makmur siap untuk terus menanam padi.
Tapi penanaman tersebut dengan syarat dan catatan harus pertegaslah perihal pola tanam, agar petani tidak ragu-ragu. Artinya pemerintah melalui Komisi Irigasi (Komir) harus dapat kepastian pola tanam, kapan jadwal tanam padi maupun pengeringan irigasi.
Di wilayah Sumber Makmur, para petani tidak akan pernah membiarkan lahan tidur. Seperti sekarang ini, disepanjang jalan sudah ada yang tanam padi walaupun panen belum selesai. Itulah semangat para petani di Sumber Makmur.
“Kami sampaikan bahwa petani siap untuk terus turun tanam padi dengan catatan pertegas jadwal pola tanam agar mereka tidak ragu-ragu,”ucap Kades.
Lanjutnya, selama ini proses turun tanam padi dalam satu tahun dua kali. Tapi bisikan para petani sangat banyak sampai ke telinga pemerintah desa, mereka berharap satu tahun bisa tanam sampai tiga kali.
Oleh sebab itu, semoga ini menjadi atensi yang bisa diwujudkan oleh pemerintah melalui komisi irigasi. Sehingga proses pertanian lebih lebih produktif dan hasil panen padi juga bisa lebih maksimal.
“Petani bahkan ingin dalam satu tahun bisa tiga kali turun tanam padi agar hasil juga lebih maksimal,”tambahnya.
Kadis Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP, mengatakan, harapan petani soal pola tanam padi tiga kali dalam satu tahun sudah menjadi catatan.
Melalui Kades Sumber Makmur, petani memang minta kepastian hukum dalam penetapan pola dan jadwal tanam tersebut.
Memang kalau tidak ada pengeringan, intensitas pengeringan bisa tiga kali lipat, dari satu hektar bisa jadi tiga hektar kalau ditanam tiga kali dalam satu tahun.
“Jadi pola-pola seperti itu nanti akan kami sampaikan kepada Bapak Bupati. Selain itu kami juga akan sampaikan bahwasanya petani siap melaksanakan tugas-tugasnya,”demikian Kadis.*