Harga Migor Berangsur Naik Imbas Dari Mahalnya Kemasan Plastik

Sabtu 25-04-2026,10:40 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

 

RADARMUKOMUKO.COM - Penutupan Selat Hormuz di tengah konflik Timur Tengah, mengakibatkan pasokan bahan baku terganggu dan menyebabkan kenaikan harga produk turunan energi fosil seperti plastik.

Lonjakan harga kemasan plastik tersebut yang mendorong kenaikan harga minyak goreng (Migor) domestik.

Dilansir dari disway.id Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak goreng domestik ini bermula dari konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

"Harga energi fosil dunia meningkat dari sekitar US$60 per barel sebelum perang menjadi lebih dari US$110 per barel. Akibatnya, semua produk turunan dari energi fosil seperti plastik mengalami kenaikan," katanya.

Di samping itu, kenaikan harga minyak goreng domestik akibat lonjakan harga kemasan plastik tentu sangat berdampak terhadap masyarakat.

BACA JUGA:6 Orang Calon Jamaah Haji Mukomuko 2026 Berangkat Hari Senin

BACA JUGA:Perang Iran Juga Berdampak Pada Harga Kondom Di Dunia Terancam Naik

Selain sebagai produsen terbesar, Indonesia juga tercatat sebagai konsumen minyak goreng sawit terbesar di dunia.

Minyak goreng sawit dikonsumsi oleh sekitar 280 juta penduduk Indonesia.

Tungkot Sipayung menjelaskan, ada tiga jenis minyak goreng sawit yang dikonsumsi oleh masyarakat di dalam negeri, yakni minyak goreng sawit (MGS) kemasan premium dengan berbagai merek, MGS MinyaKita dengan segmen masyarakat berpendapatan rendah dan UMKM, serta MGS curah untuk industri pangan.

Dari ketiga jenis minyak goreng sawit tersebut, pemerintah bisa mengendalikan harga dan ketersediaan MGS MinyaKita.*

Kategori :