RADARMUKOMUKO.COM - Kondisi jembatan gantung di Desa Sungai Jerinjing, Kecamatan Selagan Raya, mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.
Camat Selagan Raya, Iyos Edwarsah, bersama Kepala Desa Talang Buai, Asril, tengah merancang langkah strategis guna menjaga ketahanan jembatan tersebut agar tidak cepat mengalami kerusakan.
Upaya ini dilakukan menyusul selesainya perbaikan jembatan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Meski telah diperbaiki, kedua pemangku kebijakan itu menilai diperlukan tindakan lanjutan agar fungsi jembatan tetap optimal dalam jangka panjang.
Kades Talang Buai, Asril, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan jembatan gantung adalah beban kendaraan yang melintas melebihi kapasitas.
Ia menyoroti kendaraan pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sebagai penyumbang terbesar beban berlebih tersebut.
"Jembatan ini sudah relatif tua. Maka akan lebih cepat rusak jika kendaraan yang melintas muatannya berlebihan. Saat ini jembatan dilewati dengan beban lebih dari 2 ton," ujar Asril, Selasa (15/4/2026).
Menurutnya, kondisi ini tidak hanya berdampak pada usia pakai jembatan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas.
Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur tersebut.
Namun demikian, Asril mengakui bahwa memberikan pemahaman kepada masyarakat bukanlah hal mudah. Ia bahkan menyebut pihaknya telah kewalahan dalam mengedukasi warga terkait pentingnya mematuhi batas muatan saat melintasi jembatan.
"Kendala utama adalah sulitnya memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kami sudah berupaya, tetapi perlu dukungan dari pihak kecamatan dan dinas terkait," jelasnya.
Sebagai langkah konkret, pihak desa bersama kecamatan telah mengagendakan pertemuan dengan para pemilik ram sawit.
Pertemuan tersebut juga akan melibatkan Dinas PUPR guna memberikan sosialisasi langsung terkait dampak muatan berlebih terhadap struktur jembatan.
Kami akan mengundang pemilik ram sawit dan pihak PUPR agar bisa bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat, tambah Asril.
Sementara itu, Camat Selagan Raya, Iyos Edwarsah, menegaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah mengambil langkah awal dengan memasang peringatan saat ditemukan kerusakan pada bagian cincin jembatan.