RADARMUKOMUKO.COM – Hama tikus teror petani yang memasuki musim tanam padi sawah pertama tahun 2026.
Ancaman ini terdeteksi sejak awal masa tanam dan berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman jika tidak segera dikendalikan.
Kondisi di lapangan menunjukkan, intensitas serangan belum sampai pada tahap merusak secara luas.
Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan, populasi tikus diperkirakan akan berkembang cepat dan berdampak pada penurunan hasil panen petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP, mengatakan bahwa langkah pengendalian telah disiapkan.
Petani akan mendapatkan bantuan obat pembasmi hama untuk menekan populasi tikus di areal persawahan.
BACA JUGA:Rehab Kantor Bupati Mukomuko Belum Naik Lelang, Dinas PUPR Optimis Terlaksana Tepat Waktu
BACA JUGA:Presiden Prabowo Memastikan Biaya Haji Turun, Segini Penurunannya
Menurutnya, intervensi ini penting dilakukan lebih awal agar serangan tidak meluas. Selain bantuan obat, petani juga diharapkan tetap melakukan pengendalian secara mandiri melalui pola gotong royong di tingkat kelompok tani, seperti gropyokan dan pemasangan perangkap.
"Hanya ancaman hama tikus saja yang kini sedang kita tangani. Kalau ketersediaan air untuk musim tanam kali ini relatif aman. Baik lahan yang mengandalkan irigasi teknis maupun sawah tadah hujan, hingga saat ini masih tercukupi kebutuhan airnya," ujarnya.
Ia menjelaskan, stabilnya pasokan air menjadi faktor pendukung utama bagi petani untuk tetap melanjutkan aktivitas tanam, meskipun dihadapkan pada ancaman hama.
Dengan kombinasi pengendalian hama yang tepat dan kondisi air yang mendukung, produksi padi diharapkan tetap terjaga.*