Kandungan Gizi dalam Buah Kulang Kaling

Rabu 04-03-2026,15:13 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

RADARMUKOMUKO.COM -  Di balik teksturnya yang kenyal dan rasa segarnya yang lembut, kulang kaling menyimpan kisah panjang tentang tradisi, kesehatan, dan ketahanan pangan lokal.

Buah berwarna bening keputihan ini kerap hadir dalam sajian Ramadan, campuran es buah, atau manisan khas Nusantara.

Namun di luar popularitasnya sebagai pelengkap hidangan, kulang kaling menyimpan kandungan gizi yang jarang disadari banyak orang. Ia bukan sekadar pemanis suasana meja makan, melainkan juga sumber nutrisi yang patut diperhitungkan.

Kulang kaling berasal dari biji pohon aren (Arenga pinnata), tanaman tropis yang tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia, terutama Sumatera dan Jawa Barat. Proses pengolahannya tidak sederhana.

Biji aren yang keras harus direbus dalam waktu lama hingga lunak, kemudian direndam dan dibersihkan sebelum akhirnya siap dikonsumsi. Di balik proses yang panjang itu, tersimpan kandungan zat gizi yang memberi manfaat bagi tubuh.

Ahli gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr. Rina Hartati, menjelaskan bahwa kulang kaling mengandung air dalam jumlah tinggi, serat pangan, serta mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan zat besi.

“Kandungan airnya mencapai lebih dari 90 persen, sehingga sangat baik membantu menjaga hidrasi tubuh, terutama di cuaca panas atau saat berpuasa,” ujarnya dalam sebuah diskusi kesehatan pangan lokal di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia menambahkan, serat dalam kulang kaling berperan membantu sistem pencernaan tetap sehat dan mencegah sembelit.

Dalam 100 gram kulang kaling, terdapat sekitar 27 kilokalori energi. Angka ini relatif rendah dibandingkan banyak camilan lainnya, menjadikannya pilihan yang ramah bagi mereka yang menjaga asupan kalori.

Kandungan karbohidratnya pun ringan, dengan kadar lemak yang nyaris tidak signifikan. Komposisi ini membuat kulang kaling kerap direkomendasikan sebagai alternatif camilan sehat, terutama bagi individu yang menjalani pola makan rendah kalori.

Selain itu, kandungan kalsium pada kulang kaling tergolong cukup tinggi untuk ukuran buah olahan tradisional. Kalsium berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang dan gigi.

Dalam konteks masyarakat Indonesia yang masih menghadapi tantangan asupan kalsium harian, kehadiran kulang kaling bisa menjadi pelengkap sumber mineral alami. “Memang bukan satu-satunya sumber kalsium, tetapi jika dikonsumsi secara rutin dan dalam pola makan seimbang, kontribusinya tetap berarti,” kata Rina.

Tidak hanya itu, fosfor yang terkandung di dalamnya mendukung metabolisme energi dan fungsi sel tubuh. Sementara zat besi membantu pembentukan hemoglobin, komponen penting dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kombinasi mineral ini menjadikan kulang kaling lebih dari sekadar bahan pelengkap minuman manis.

Peneliti pangan dari Institut Pertanian Bogor, Dr. Ahmad Suryana, dalam penelitiannya mengenai potensi pangan lokal, menyebut bahwa pohon aren merupakan tanaman multiguna yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, mulai dari nira hingga seratnya.

“Kulang kaling adalah salah satu bentuk diversifikasi produk aren yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai gizi,” ujarnya. Menurutnya, pengembangan produk berbasis aren, termasuk kulang kaling, berpotensi memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Manfaat kulang kaling juga kerap dikaitkan dengan kesehatan sendi. Kandungan galaktomanan, sejenis polisakarida yang terdapat pada biji aren, dipercaya membantu menjaga elastisitas jaringan tubuh.

Tags :
Kategori :

Terkait