Ini Tanda-Tanda Seseorang Terserang Penyakit Jantung

Senin 02-03-2026,11:27 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

RADARMUKOMUKO.COM - Penyakit jantung hingga kini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa gangguan kardiovaskular menyumbang proporsi besar dari angka kematian nasional setiap tahunnya. Kondisi ini tidak lagi hanya mengintai kelompok usia lanjut. 

Dalam beberapa tahun terakhir, dokter menemukan kecenderungan peningkatan kasus pada usia produktif, dipicu pola hidup tidak sehat, stres berkepanjangan, dan minimnya aktivitas fisik.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di sebuah rumah sakit rujukan di Jakarta, dr. Andri Wibowo, menjelaskan bahwa tanda-tanda serangan jantung sering kali muncul secara bertahap, meski dalam beberapa kasus dapat terjadi mendadak. 

“Keluhan paling klasik adalah nyeri dada seperti ditekan atau diremas. Rasa nyeri ini bisa menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, bahkan punggung,” ujarnya dalam wawancara belum lama ini.

Nyeri dada memang menjadi gejala yang paling dikenal. Namun penyakit jantung tidak selalu menampakkan diri dengan cara yang mudah dikenali. Pada sebagian orang, terutama perempuan dan penderita diabetes, gejala bisa lebih samar. 

Tubuh terasa sangat lelah tanpa alasan jelas, mual, pusing, atau sesak napas ringan yang muncul saat beraktivitas ringan dapat menjadi pertanda gangguan pada otot jantung.

Di sebuah klinik kesehatan di Surabaya, seorang pasien berusia 42 tahun sempat mengira keluhan nyeri ulu hati yang dialaminya sebagai gangguan lambung. Ia tetap bekerja seperti biasa, hingga suatu sore tubuhnya lemas dan keringat dingin membasahi wajahnya. 

Setelah menjalani pemeriksaan elektrokardiogram, dokter menemukan adanya penyumbatan pembuluh darah koroner. Penanganan cepat menyelamatkan nyawanya. Kisah itu menjadi pengingat bahwa gejala penyakit jantung dapat menyerupai gangguan pencernaan.

Sesak napas juga patut diwaspadai, terutama bila terjadi tanpa aktivitas berat. Ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal, cairan dapat menumpuk di paru-paru sehingga pernapasan terasa berat. “Jika seseorang tiba-tiba sulit bernapas saat berbaring atau terbangun di malam hari karena kehabisan napas, itu sinyal yang tidak boleh diabaikan,” kata dr. Andri.

Tanda lain yang kerap luput dari perhatian adalah detak jantung yang tidak teratur. Jantung yang berdebar sangat cepat atau justru melambat drastis dapat menandakan adanya gangguan irama jantung. 

Kondisi ini, jika tidak ditangani, berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti gagal jantung atau stroke. Beberapa pasien menggambarkan sensasi tersebut seperti jantung “meloncat” di dalam dada.

Pembengkakan pada kaki dan pergelangan juga dapat menjadi indikator masalah jantung kronis. Ketika fungsi pompa melemah, aliran darah balik dari tubuh bagian bawah terhambat sehingga cairan menumpuk. Gejala ini sering muncul pada gagal jantung, kondisi yang berkembang perlahan namun berdampak besar pada kualitas hidup.

Mengapa gejala-gejala ini sering diabaikan. Menurut psikolog kesehatan masyarakat, banyak orang cenderung menyangkal tanda awal penyakit karena takut menghadapi kenyataan. 

Di sisi lain, kurangnya literasi kesehatan membuat masyarakat sulit membedakan keluhan ringan dengan kondisi darurat. Padahal, waktu menjadi faktor krusial dalam penanganan serangan jantung. Semakin cepat pasien mendapat pertolongan medis, semakin besar peluang otot jantung terselamatkan.

Tags :
Kategori :

Terkait