Di penghujung Ramadan, refleksi menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual ini. Banyak orang merasakan perubahan dalam dirinya lebih sabar, lebih peka, dan lebih dekat dengan Tuhan.
Itulah esensi dari pahala terbesar: bukan hanya catatan amal yang bertambah, tetapi juga hati yang bertumbuh. Ramadan mengajarkan bahwa pahala tidak semata angka yang tak terlihat, melainkan transformasi nyata dalam perilaku sehari-hari.
**Referensi:**
1. Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, pembahasan tentang keutamaan puasa dan keikhlasan.
2. HR. Bukhari dan Muslim tentang keutamaan puasa dan Lailatul Qadar.
3. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, penjelasan Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang tujuan puasa.