
Sebab seperti diketahui biaya politik itu mahal, seorang calon harus memiliki uang yang banyak agar bisa bersaing.
Diperkirakan biaya yang harus dihabiskan satu pasangan calon untuk maju Pilkada di atas Rp 5 miliar bahkan hingga Rp 10 miliar.
BACA JUGA:Ketua APDESI Siap Mencalon Bupati Mukomuko, Mendaftar ke Parpol Didampingi Puluhan Kades
Sudah bukan rahasia lagi, untuk mendapat dukungan parpol dengan total 5 kursi sesuai syarat mendaftar ke KPU, satu pasangan calon diperkirakan harus mengeluarkan hingga Rp 2 miliar.
"Tentu seorang calon bupati harus punya uang, bagaimana mencalon kalau uang pas-paspasan, calon dewan saja ada yang habis Rp 2,5 miliar, padahal suara yang dibutuhkan tidak banyak," kata salah seorang tokoh parpol di Mukomuko.
Sementara itu, ketua DPC Gerindra Mukomuko, Armansyah,ST mengakui salah satu syarat yang diminta Gerindra untuk calon bupati adalah daftar kekayaan, disamping syarat lainnya.
Menurutnya kekayaan yang dimiliki pasangan calon juga menjadi pertimbangan penting Gerindra untuk memutuskan mengusung calon nanti.
Sudah pasti setiap calon akan banyak pengeluaran, ini bukan money politik, tapi memang biaya politik itu besar.
Seperti harus membeli atribut kampanye, membiayai tim sukses dan setiap pertemuan harus sediakan minum, snek hingga rokok.
Walau visi misi bagus dan punya nama besar, kalau tanpa dana tetap sulit menang. Contohnya pada pemilu yang lalu, banyak yang terkenal kalah.
Setiap parpol yang berharap calon yang diusungnya pada Pilkada nanti menjadi pemenang.
BACA JUGA:Muharamin Sudah Pinang 4 Parpol Untuk Ikut Pilkada, Calon Wakil Bupati Dari Sini
"Kalau terjadi money politik, biayanya bisa lebih besar lagi. Untuk operasional calon, tim sukses dan membiayai kegiatan kampanye saja butuh banyak dana. Maka anggaran yang disiapkan calon untuk maju, juga menjadi pertimbangan penting parpol," pungkasnya.*