MUKOMUKO RM – Memasuki Oktober, harga cabai merah di wilayah Kabupaten Mukomuko sempat melonjak. Lonjakan mencapai 400 persen dibandingkan dengan harga sebelumnya.
Pada September lalu, rata-rata pedagang pasar tradisional di wilayah ini menjual cabai merah dikisaran harga Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram (Kg), sedangkan di Oktober ini, harga cabai berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per Kg. Pedagang cabai Pasar Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, Citra mengakui harga cabai mengalami kenaikan sejak awal Oktober lalu. Menurutnya, pedagang terpaksa menaikkan harga jual untuk mengimbangi modal yang dikeluarkan. ‘’Agustus hingga September, cabai merah keriting maupun cabai yang dipasok dari luar daerah, rata-rata kami jual dengan harga Rp 10 hingga Rp 15 ribu paling mahal. Kemudian, minggu pertama Oktober, harga cabai naik mencapai Rp 50 ribu. Hari ini turun Rp 10 ribu, harga cabai rata-rata Rp 40 ribu,’’ ungkap Citra. Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan SDA Setdakab Mukomuko, Yuli Yarman, SPT.Mec,Dev kepada radarmukomuko.rakyatbengkulu.com mengakui adanya lonjakan harga cabai pada Oktober ini. Menurutnya, ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab inflasi pada komoditi pangan tersebut. Di antaranya, dipengaruhi faktor alam. Di Oktober ini, curah hujan tinggi, sehingga banyak petani gagal panen. Masih dampak alam, produksi pertanian khususnya cabai menurun ketika musim penghujan. ‘’Pengaruh lain yang menyebabkan terjadinya lonjakan harga, juga kendala transportasi. Banyak produsen yang ingin memasok barang dagangannya ke daerah ini terkendala jalur transportasi,’’ imbuhnya. Terkait inflasi harga cabai ini akan terus dipantau oleh Tim Pengendalian Inflasi tingkat daerah. Dikatakan Yuli Yarman, jika harga cabai terus menanjak, pihaknya akan berupaya mengatasi inflasi itu dengan mengeluarkan persediaan bulog. ‘’Kami terus memantau. Jika lonjakan ini terjadi terus menerus, langkah menstabilkan harga, daerah akan mengeluarkan stok bulog,’’ demikian Yuli Yarman. (nek)Sempat Menanjak, Harga Cabai Turun Lagi
Minggu 18-10-2020,16:23 WIB
Reporter : Radar Mukomuko
Editor : Radar Mukomuko
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 20-06-2026,11:33 WIB
Temulawak: Herbal Lokal yang Ampuh Menjaga Kesehatan Hati dan Nafsu Makan
Sabtu 20-06-2026,11:35 WIB
Daun Pegagan: Tanaman Liar yang Ternyata Baik untuk Otak dan Penyembuhan Luka
Sabtu 20-06-2026,11:35 WIB
Daun Kemangi: Lalapan Sederhana yang Ternyata Kaya Antioksidan dan Baik untuk Pencernaan
Sabtu 20-06-2026,11:35 WIB
Manfaat buah pisang bagi Kesehatan: Sumber Energi Praktis dan Bergizi
Sabtu 20-06-2026,11:33 WIB
Manfaat daun kelor bagi Kesehatan: Superfood Alami yang Sering Terabaikan
Terkini
Sabtu 20-06-2026,11:35 WIB
Cerita Mengharukan: Hal Kecil yang Membuat Seorang Anak Menangis Bahagia
Sabtu 20-06-2026,11:35 WIB
Perut Sudah Kenyang, Tapi Tetap Pesan Dessert: Kenapa Sulit Ditolak?
Sabtu 20-06-2026,11:35 WIB
Daun Kemangi: Lalapan Sederhana yang Ternyata Kaya Antioksidan dan Baik untuk Pencernaan
Sabtu 20-06-2026,11:35 WIB
Daun Pegagan: Tanaman Liar yang Ternyata Baik untuk Otak dan Penyembuhan Luka
Sabtu 20-06-2026,11:35 WIB