Bupati Minta ASN Mukomuko Stop Judol, Beri Waktu Satu Minggu
bupati mukomuko didampingi kapolres dan ketua DPRD-amris-
RADARMUKOMUKO.COM - Bupati Mukomuko, H.Choirul Huda,SH mengungkapkan banyak ASN bahkan pejabat Mukomuko terlibat praktek judi online (Judol). Data ASN yang main Judol sudah terdeteksi, ia minta dalam satu minggu kedepan semuanya berhenti.
Jika tidak maka ia akan menggelar apel khusus untuk ASN terlibat judol. Bagi yang tidak patuh siap-siap diberi sanksi, mulai dari penundaan naik pangkat hingga evaluasi dari jabatannya.
Dikatakan Choirul Huda, data ASN yang main judol sudah ia pegang dan diberi Waktu paling lambat seminggu kedepan.
Jika akunnya masih aktif, maka siap-siap dilakukan pemanggilan dan apel khusus di lapangan upacara. Perbuatan tersebut tidak baik dan bisa menyebabkan masalah dalam pekerjaan, rumah tangga dan kehidupan pribadi pelakunya. Tidak ada yang kaya atau menang main judi, semuanya adalah kalah.
"Itu semua merusak, tidak ada orang sukses dari judi, maka saya minta semua ASN segera berhenti, atau akan kita tindak tegas. Sebab ini mengganggu kinerja pegawai dan merusak rumah tangga," katanya.
Bupati ngaku sudah banyak laporan dari masyarakat dan istri ASN terkait judi online ini. Para istri mengeluh, karena uang belanja dari suaminya berkurang dan terjadi ketidak harmonisan dalam rumah tangga ASN. Sudah ada yang digugat cerai bahkan pisah rumah karena judi online.
Jika ini dibiarkan, apalagi bagi seorang ASN atau pejabat, bukan saja rumah tangganya yang beratakan, tapi juga berpengaruh dengan kinerja pemerinatah. Sebab ASN merupakan ujung tombak dari lekansanaan program pemerintah. Bahkan bisa memicu terjadinya penyalahgunaan anggaran, terutama bagi pejabat.
"Jika terus dibiarkan bisa rusak semua, dampaknya bukan saja bagi pribadi pelaku, tapi juga terhadap program daerah. Karena ASN atau pejabat kunci suksesnya pembangunan," tegas Huda.
Termasuk bagi masyarakat lainnya yang suka judol untuk segera bergenti, karena sangat merusak kehidupan rumah tangga dan masyarakat secara umum. Siapa saja pelaku judol bisa terdeteksi dari akunnya, maka berdampak pada bantunan pemerintah dan sebagainya.
"Bukan ASN saja, semuanya segera tinggalkan perbuatan terlarang tersebut," paparnya
Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K mendukung ketegasan Bupati Mukomuko, bahkan Kapolres menegaskan kesiapannya membantu bupati menumpas judol di kalangan ASN Mukomuko. Menurutnya ASN yang terlibat judol bisa dicek secara jelas dari data pribadinya dan mudah dilacak.
"Kita mendukung Langkah bupati, jika nanti dibutuhkan kami bisa bantu kroscek data ASN yang terlibat," tutupnya.*
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: