Keterbatasan Ekonomi, Anak Yatim Piatu di Mukomuko Hampir Putus Sekolah

Keterbatasan Ekonomi, Anak Yatim Piatu di Mukomuko Hampir Putus Sekolah

--

Irfando Maulana dan Irfandi Maulana, anak yatim piatu berusia 9 tahun, kembali menarik perhatian publik. Kedua anak ini diketahui sempat putus sekolah selama satu minggu karena keterbatasan ekonomi. Mereka tinggal bersama sang Kakek Tuslim (75). 

Hal ini beruntungnya cepat ditindaklanjuti oleh pemerintah desa setempat. 

Setelah mengetahui bahwa keterbatasan kondisi keluarga membuat keduanya tidak lagi bersekolah, pemerintah desa bergerak memberikan bantuan berupa seragam serta berbagai perlengkapan sekolah dan bantuan yang lainnya. .

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Desa Lubuk Sanai II, Warisno.

Kades Lubuk Sanai II Warisno mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa.

Menurutnya persoalan ekonomi maupun kondisi keluarga jangan sampai menjadi alasan seorang anak kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan.

"Kami hanya ingin semua anak khususnya di desa ini bisa bersekolah. Oleh sebab itu kalau ada yang putus sekolah karena ekonomi kami akan berusaha mencari solusinya," kata Warisno.

Lanjutnya bantuan yang diberikan memang tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi kedua anak tersebut.

Tapi paling tidak bantuan ini menjadi langkah awal agar mereka kembali memiliki perlengkapan untuk bersekolah.

Sehingga mereka berdua bisa melanjutkan sekolahnya seperti anak lain pada umumnya. 

"Kami berharap, mereka bisa kembali sekolah dan hal itu bisa menjadi jembatan untuk memiliki masa depan lebih baik,”pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: