Bhabinkamtibmas Jadi Ujung Tombak Deteksi Dini Karhutla di Mukomuko

Bhabinkamtibmas Jadi Ujung Tombak Deteksi Dini Karhutla di Mukomuko

Kapolres Pastikan Penanganan Kasus Grasstrack Transparan, Dugaan Keterlibatan Oknum Didalami--

 

RADARMUKOMUKO.COM - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Mukomuko tidak hanya dilakukan melalui patroli, tetapi juga dengan memperkuat komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat. 

Dalam langkah tersebut, Bhabinkamtibmas menjadi salah satu ujung tombak untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Polres Mukomuko bersama Polsek jajaran terus mendorong para Bhabinkamtibmas agar aktif menyambangi desa binaan, terutama kawasan yang memiliki perkebunan, semak belukar dan lahan dengan vegetasi kering yang mudah terbakar.

Kehadiran personel di tengah masyarakat dinilai penting untuk membangun kesadaran sekaligus memperoleh informasi lebih cepat mengenai kondisi lingkungan. Masyarakat juga diberikan pemahaman agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K. mengatakan, pencegahan Karhutla harus dilakukan sebelum api muncul dan membesar. Karena itu, kolaborasi antara Kapolsek, Bhabinkamtibmas dan masyarakat terus diperkuat.

"Kami terus berkolaborasi dengan para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Kami ingin pencegahan dilakukan sejak dini melalui edukasi, pemantauan dan deteksi terhadap potensi munculnya titik api," ujar AKBP Riky Crisma Wardana.

Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan warga di wilayah masing-masing. Komunikasi yang terbangun secara rutin diharapkan membuat masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi ketika menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.

BACA JUGA:Sempat Roboh Diterjang Banjir, Perakitan Rangka Jembatan Lubuk Silandak Mencapai 60 Persen

BACA JUGA:Kapolres Mukomuko Resmikan Hasil Bedah Rumah Warga Sumber Makmur

Selain memberikan edukasi, personel kepolisian juga memantau kondisi wilayah dan mengidentifikasi lokasi yang dinilai rawan terjadi Karhutla. Langkah tersebut menjadi bagian dari deteksi dini agar potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sebelum meluas.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mukomuko untuk tidak melakukan pembakaran hutan, lahan maupun kebun. Jangan menunggu api membesar baru dilakukan penanganan. Apabila melihat titik api atau mengetahui adanya aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat," tegasnya.

Polres Mukomuko juga mengingatkan warga agar tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Jika menemukan api kecil di sekitar lahan, masyarakat diminta memastikan api benar-benar telah padam sehingga tidak kembali menyala dan merambat ke vegetasi kering.

Melalui patroli dan komunikasi dua arah tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek imbauan, tetapi turut berperan sebagai bagian dari sistem pencegahan Karhutla.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: