Ubi Talas, Pangan Lokal Kaya Manfaat yang Kembali Naik Daun

Ubi Talas, Pangan Lokal Kaya Manfaat yang Kembali Naik Daun

--

Di tengah gencarnya kampanye diversifikasi pangan, ubi talas mulai dilirik lagi sebagai sumber karbohidrat alternatif pengganti beras. Umbi yang mudah tumbuh di lahan basah dan tegalan ini ternyata menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan dan ketahanan pangan nasional.

 

Dari sisi gizi, ubi talas dikenal kaya karbohidrat kompleks, serat, vitamin E, vitamin B6, serta mineral penting seperti kalium, magnesium, dan mangan. Kandungan seratnya yang tinggi membantu melancarkan pencernaan dan memberi rasa kenyang lebih lama. Sementara antioksidannya berperan menangkal radikal bebas sehingga baik untuk menjaga daya tahan tubuh.

 

Bagi penderita diabetes, ubi talas juga disebut sebagai pilihan yang lebih aman dibanding nasi putih. Indeks glikemiknya tergolong sedang dan seratnya dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Selain itu, kandungan kalium dalam talas dipercaya membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mendukung kesehatan jantung.

 

Tidak hanya untuk kesehatan, ubi talas juga punya nilai ekonomi. Petani bisa memanennya dalam 8-10 bulan dan tanaman ini relatif tahan terhadap hama serta perubahan cuaca. Saat ini sejumlah UMKM mulai mengolah talas menjadi keripik, tepung, hingga "beras talas" instan yang dijual ke pasar modern dan pasar ekspor.

 

Dengan harga yang terjangkau dan cara tanam yang mudah, pakar pertanian mendorong agar ubi talas kembali jadi makanan pokok masyarakat. Jika hilirisasinya terus dikembangkan, ubi talas berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor gandum sekaligus memperkuat pangan lokal Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: