Rabu 09-09-2026,07:48 WIB
Reporter:
Deni Saputra|
Editor:
Deni Saputra
Ketergantungan anak pada gawai (gadget) menjadi tantangan besar bagi banyak orang tua di era digital saat ini. Dampak negatif dari durasi layar (screen time) yang berlebihan tidak hanya mengganggu kesehatan mata, tetapi juga berpotensi menghambat interaksi sosial serta perkembangan fisik anak secara optimal.
Langkah awal yang paling efektif untuk memutus rantai ketergantungan ini adalah dengan menetapkan aturan durasi penggunaan gawai yang tegas dan konsisten. Orang tua perlu menyepakati "area bebas gawai" di rumah—seperti meja makan dan kamar tidur—serta tidak memberikan gawai saat jam istirahat atau makan agar anak terbiasa berinteraksi secara langsung.
Selain pembatasan aturan, orang tua juga wajib menyediakan alternatif aktivitas fisik yang menarik di luar ruangan. Mengajak anak berolahraga, bermain di taman, atau melatih hobi baru seperti bermain sepatu roda dapat mengalihkan perhatian mereka secara alami dari layar seluler, sekaligus menyalurkan energi fisik yang terpendam.
Kunci keberhasilan dari seluruh proses ini terletak pada peran aktif dan keteladanan dari orang tua itu sendiri. Anak cenderung meniru kebiasaan lingkungan sekitarnya, sehingga orang tua dituntut untuk ikut membatasi penggunaan gawai pribadi dan lebih banyak meluangkan waktu berkualitas untuk mendampingi serta bermain bersama anak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News