Dentuman Bandung Tak Berkaitan dengan Erupsi Anak Krakatau
--
RADARMUKOMUKO.COM - Sebelumnya warga dihebohkan dengan dentuman yang terdengar di beberapa wilayah Bandung Raya pada Jumat, 4 September 2026 hingga Sabtu, 5 September 2026 dini hari.
Dentumanini tidak berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dilansir dari disway.id Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi menyampaikan bahwa dentuman tersebut tidak berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Suaidi Ahadi menyampaikan bahwa aktifitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berlangsung bersamaan dengan fenomena dentuman di Bandung Raya.
"Menurut saya terlalu jauh untuk mendengar aktivitas dari letusan Gunung Krakatau yang kejadiannya seperti kemarin" terang Suadi.
BACA JUGA:Negara Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia, Ikut Ajak Negara Lain Mengakui
BACA JUGA:Musrenbangdes, Pemdes Retak Ilir Tetapkan Perencanaan Tahun 2027
Ia juga menjelaskan bahwa fenomena dentuman itu dapat disebabkan aktivitas geofisika, di antaranya swarm earthquake atau rangkaian gempa kecil, gempa akibat aktivitas di kawasan karst, maupun gempa yang dipicu runtuhan.
"Gempa-gempa akibat runtuhan, gempa-gempa akibat swarm, dan gempa-gempa kecil itu bisa menghasilkan dentuman," katanya." pungkasnya.
Sementara itu, BMKG juga memastikan tidak ada rekaman gempa yang terjadi di wilayah Bandung Raya saat fenomena tersebut terjadi.
Hingga saat ini, belum adanya temuan yang dapat memastikan sumber suara membuat fenomena dentuman di wilayah Bandung Raya sehingga masih memerlukan kajian lebih mendalam.
Suaidi mengatakan, penelitian lanjutan perlu melibatkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu, termasuk sains kebumian, geofisika, dan meteorologi, untuk mengungkap penyebab fenomena tersebut.*
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: