Petani Minta Jadwal Pengeringan Irigasi DI Manjuto Kiri Ditunda Satu Bulan
Petani Minta Jadwal Pengeringan Irigasi DI Manjuto Kiri Ditunda Satu Bulan--
Petani minta pengeringan irigasi di wilayah Daerah Irigasi (DI) Manjuto Kiri diundur satu bulan. Seperti diketahui, bahwa irigasi DI Manjuto Kiri akan dikeringkan mulai 1 September hingga 31 Desember 2026. Oleh sebab itu, mereka meminta Pemerintah Kabupaten Mukomuko, melakukan penundaan pengeringan irigasi hingga 1 Oktober mendatang. Pasalnya menjelang akhir Agustus ini, masih ada para petani khususnya diwilayah Kecamatan Lubuk Pinang dan V Koto, yang baru selesai tanam padi. Artinya jika pengeringan tetap dilakukan, bisa dipastikan banyak yang bakal gagal panen.
Kades Arah Tiga, Kecamatan Lubuk Pinang, Marius mengatakan, beberapa waktu lalu, dirinya mendampingi para petani menghadap Bupati Mukomuko, Choirul Huda. Namun karena Bupati sedang tugas luar, rombongannya disambut oleh beberapa dinas terkait yang tergabung dalam Komisi Irigasi (Komir). Keluhan petani telah disampaikan dalam audiensi tersebut. Salah satu keluhan yang paling mendesak, yakni berkenaan dengan jadwal pengeringan irigasi. Mereka petani meminta pemerintah daerah menunda jadwal pengeringan, paling tidak satu bulan. Sehingga pengeringan yang harusnya pada awal September, diharapkan mundur pada awal Oktober mendatang.
“Tapi memang sampai sekarang belum ada kepastian apakah pengeringan bisa diundur atau tidak. Tapi kalau harapan petani pengeringan bisa diundur paling tidak satu bulan sampai Oktober,”katanya.
Masih dikatakannya, posisi sekarang masih ada petani yang baru selesai tanam, bahkan di Kecamatan Lubuk Pinang, khususnya mulai dari Desa Arah Tiga, masih sangat membutuhkan air. Para petani baru selesai pemupukan ke satu, beberapa baru mulai pemupukan ke dua. Hal ini terjadi bukan karena petani lambat dan tidak mau serentak tanam sesuai jadwal. Tapi ketersediaan alat pertanian dan para kelompok jasa tanam padi jumlahnya sangat terbatas. Akibatnya banyak petani yang cukup kewalahan, yang berakibat mundur tanam jadi yang telah mereka rencanakan.
“Itulah kendala para petani tidak bisa serentak tanam, karena keterbatasan jumlah alat pertanian serta mencari tukang tanam juga sulit.”tambahnya.
Hampir senada disampaikan, salah seorang petani, Kadri. Ia mengatakan, mayoritas petani berharap Bupati bisa mengambil langkah yang berpikah ke para petani. Karena posisi sekarang memang sawah petani masih butuh air, paling tidak sampai Oktober mendatang. Oleh sebab itu, keputusan Bupati untuk menunda jadwal pengeringan DI Manjuto Kiri, sangat dinantikan petani. Paling tidak jadwal pengeringan ditunda satu bulan dari seharusnya.
“Walaupun dalam audiensi itu kami tidak bertemu Bapak Bupati, tapi kami berharap agar beliau bisa mengambil keputusan yang pro petani. Sehingga pengeringan irigasi ditunda hingga Oktober,”demikian Kadri.(den)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: