Warga Suka Rame Minta Tiang Listrik, Beban Biaya Pemasangan Dinilai Masih Tinggi

Warga Suka Rame Minta Tiang Listrik, Beban Biaya Pemasangan Dinilai Masih Tinggi

butuh tiang listrik--

 

 

RADARMUKOMUKO.COM  – Warga Dusun Suka Rame, Desa Pasar Sebelah, Kecamatan Kota Mukomuko, berharap adanya penambahan jaringan dan tiang listrik dari pihak terkait. Meski kawasan tersebut berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Mukomuko, sejumlah warga mengaku masih harus mengeluarkan biaya tambahan saat melakukan pemasangan listrik baru.

Biaya tambahan tersebut muncul karena jarak antara tiang listrik yang tersedia dengan rumah warga dinilai cukup jauh. Dalam proses pemasangan, fasilitas kabel yang disediakan hanya mencakup sekitar 25 meter, sedangkan beberapa rumah memiliki jarak hingga sekitar 300 meter dari tiang listrik terdekat. Kondisi itu membuat calon pelanggan harus membeli kabel tambahan dengan biaya sendiri.

Selain membeli kabel, warga juga harus menyediakan tiang penyangga secara mandiri, umumnya menggunakan bambu, agar kabel dapat tersambung ke rumah masing-masing. Namun, penggunaan tiang bambu dinilai hanya menjadi solusi sementara karena daya tahannya terbatas dan mudah lapuk setelah beberapa tahun terpapar hujan maupun panas.

Tokoh masyarakat Dusun Suka Rame, Alhadi Hidayat, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum ada penambahan tiang listrik di kawasan permukiman tersebut.

Menurutnya, selama sekitar tiga tahun tinggal di wilayah itu, belum terlihat adanya pembangunan infrastruktur jaringan listrik yang dapat menjangkau seluruh rumah warga secara memadai. Padahal, kawasan tersebut terus berkembang menjadi pusat permukiman masyarakat.

"Kami berharap pemerintah bersama pihak PLN dapat segera merealisasikan penambahan tiang listrik di wilayah ini. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi dibebani biaya tambahan untuk membeli kabel maupun membuat tiang listrik darurat," ujar Alhadi.

Ia menilai, beban biaya tersebut cukup memberatkan, terutama bagi warga dengan kemampuan ekonomi terbatas. Sebagian besar masyarakat di Dusun Suka Rame bekerja sebagai petani, buruh harian, hingga pedagang sayur, sehingga pengeluaran tambahan untuk pemasangan listrik menjadi tantangan tersendiri.

Alhadi menambahkan, bagi masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi lebih baik, pembelian kabel tambahan mungkin tidak menjadi persoalan besar. Namun, bagi warga berpenghasilan pas-pasan, biaya tersebut cukup membebani saat hendak menikmati layanan listrik.

Ia juga membandingkan kondisi di wilayah sekitar Atap Seng, Kelurahan Bandar Ratu, yang berjarak sekitar 300 meter dari Dusun Suka Rame. Di kawasan tersebut telah dilakukan penambahan tiang listrik utama dengan ukuran lebih besar sehingga kini tersedia dua jalur jaringan listrik di sisi kanan dan kiri jalan.

Melihat kondisi tersebut, warga berharap pemerataan pembangunan jaringan listrik juga dapat dilakukan di Dusun Suka Rame agar seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kelistrikan yang lebih mudah, aman, dan terjangkau.

Masyarakat berharap usulan penambahan tiang listrik dapat menjadi perhatian pemerintah daerah bersama pihak PLN sehingga kebutuhan infrastruktur dasar di kawasan permukiman tersebut dapat segera terpenuhi dan tidak lagi membebani warga dengan biaya tambahan saat memasang sambungan listrik baru.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: