Pemdes Kota Praja Mulai Gerak Susun RKPDes 2027
--
RADARMUKOMUKO.COM – Pemerintah Desa Kota Praja, Kecamatan Air Manjuto, mulai gerak melakukan tahapan perencanaan untuk tahun depan. Pihak desa saat ini mulai melakukan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) untuk tahun anggaran 2027.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, usulan dari masyarakat terlebih dibidang pembangunan masih sangat banyak. Usulan tersebut tetap ditampung, walaupun hampir dipastikan tidak bisa direalisasikan melalui skema Dana Desa (DD). Seperti disampaikan Kaur Keuangan Kota Praja, Fitriyanto. Ditemui dikantor desa. Pada Senin 27 Juli 2026.
Ia mengatakan, tahapan penyusunan RKPDes untuk tahun 2027 telah dimulai. Walaupun diakuinya, program kegiatan tahun 2026 mayoritas sampai sekarang belum direalisasikan. Pasalnya kedua hal ini tentu berbeda, artinya tidak ada sangkut paut satu sama lain.
RKPDes wajib dilakukan oleh desa sebagai bahan awal penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang merupakan kerangka kerja pemerintah desa. Semua program yang direalisasikan oleh pemerintah desa mengacu dengan apa yang telah ditetapkan dalam APBDes.
“Musdes penyusunan RKPDes 2027 sudah kita lakukan, walaupun memang mayoritas program kerja tahun ini belum berjalan karena kami harus melakukan perubahan APBDes dulu,”katanya.
BACA JUGA:Manfaatkan Anggaran SiLPA, Bangunan Fisik Desa Lubuk Cabau Bertambah Satu Item
BACA JUGA:Target Rp250 Juta, Retribusi Pasar Baru Terkumpul Rp10 Juta
Dalam penyusunan RKPDes untuk tahun 2027, pihak desa tetap menerima banyak aspirasi terkhusus usulan bidang pembangunan. Warga banyak mengusulkan pembangunan seperti peningkatan jalan, siring dan Tembok Penahan Tanah (TPT).
Namun demikian, tentu usulan ini hampir dipastikan mayoritas tidak akan bisa terealisasi akibat penyusutan jumlah pagu DD. Dimana pagu DD tahun ini untuk Kota Praja hanya sebesar Rp 200 jutaan. Apalagi program di pemerintah desa tidak hanya fokus pada bangunan. Ada program penanganan stunting, kemiskinan esktrim, pemberdayaan, dan lainnya.
“Perihal usulan pembangunan masih sama banyak seperti biasanya. Kita tampung seluruh usulan itu walaupun memang tidak mungkin semuanya bisa direalisasikan melalui skema DD,”tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: