Mukomuko Hattrick Juara Lomdeskel Tingkat Provinsi Bengkulu
Juara Lomdeskel--
RADARMUKOMUKO.COM – Kabupaten Mukomuko kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Bengkulu.
Pada ajang Lomba Desa dan Kelurahan (Lomdeskel) Tahun 2026, Desa Pulai Payung, Kecamatan Ipuh, berhasil meraih Juara I dan memastikan Kabupaten Mukomuko mencetak hattrick atau tiga kali berturut-turut menjadi juara tingkat provinsi.
Keberhasilan Desa Pulai Payung melanjutkan dominasi Kabupaten Mukomuko setelah sebelumnya Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, menjadi Juara I pada Lomdeskel Provinsi Bengkulu Tahun 2024.
Setahun kemudian, prestasi tersebut kembali dipertahankan oleh Desa Nelan Indah, Kecamatan Teramang Jaya, yang sukses meraih gelar juara pada tahun 2025.
Dengan capaian tersebut, Kabupaten Mukomuko menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Bengkulu yang mampu mempertahankan gelar juara Lomdeskel selama tiga tahun berturut-turut.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mukomuko, Abdul Hadi, S.Sos, membenarkan capaian tersebut.
BACA JUGA:Gedung Kopdes Merah Puti Mulai Diisi, Disperindag Belum Tahu
BACA JUGA:Manfaat Asparagus bagi Kesehatan: Kaya Asparagin yang Baik untuk Mendukung Fungsi Metabolisme Tubuh
Menurutnya, prestasi yang diraih Desa Pulai Payung merupakan hasil kerja keras pemerintah desa, masyarakat, serta dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam proses penilaian.
"Alhamdulillah, kita (Mukomuko, red) juara satu Lomdeskel tingkat provinsi," ujar Abdul Hadi, Rabu (22/7).
Ia menjelaskan, setelah dinyatakan sebagai juara tingkat provinsi, Desa Pulai Payung akan mewakili Provinsi Bengkulu pada Lomba Desa dan Kelurahan tingkat regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Saat ini, tahapan yang sedang berlangsung adalah penyelesaian administrasi dan pengunggahan dokumen penilaian ke dalam sistem Epdeskel yang dikelola Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Menurut Abdul Hadi, proses unggah administrasi dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026. DPMD Kabupaten Mukomuko terus melakukan pendampingan agar seluruh dokumen yang dipersyaratkan dapat dipenuhi secara lengkap dan tepat waktu.
"Administrasi di desa juga sudah OK, kami dari DPMD Kabupaten terus memantau perkembangan dan melakukan pendampingan," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: