Masyarakat Mulai Menjerit, Harga BBM Eceran Tembus Rp 20 Ribu Per Liter
BBM eceran--
RADARMUKOMUKO.COM – Semenjak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi naik, antrian BBM subsidi jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) semakin panjang. Dampaknya, harga BBM eceran di warung-warung kecil juga ikut naik. Bahkan pada Rabu 8 Juli 2026, terpantau dibeberapa kecamatan di Kabupaten Mukomuko, seperti XIV Koto, Air Manjuto, Lubuk Pinang, dan V Koto, harga BBM eceran tembus hingga Rp 20 ribu per liter.
Warga Sido Makmur, Kecamatan Air Manjuto, Yandri, menyampaikan, mereka sebagai warga yang tinggal cukup jauh dari SPBU, sangat bergantung dengan BBM eceran. Tapi sejak satu minggu lalu, harga BBM eceran di warung-warung kecil terus mengalami kenaikan.
Dimana per liter BBM jenis pertalite dijual Rp 25 ribu per satu liter setengah, dan Rp 20 ribu per satu liter. Hal ini menjadi sebuah keresahan bagi masyarakat desa seperti mereka. Karena hampir tidak mungkin harus menempuh jarak puluhan Kilometer (Km) menuju SPBU hanya untuk mengisi minyak sepeda motor.
“Hampir satu minggu harga BBM eceran naik terus. Kami yang jauh dari SPBU, sangat terasa dengan kondisi seperti ini,”katanya.
BACA JUGA:Posisi Matahari Tepat Di Atas Kakbah, Saatnya Mengecek Arah Kiblat Di Rumah dan Masjid
BACA JUGA:Kantor Bupati Segera Direhab, Pejabat dan Pegawai Diungsikan
Masih dikatakannya, informasi dari para penjual BBM eceran, harga modal mereka juga ikut naik. Dimana per satu dengan kapasitas 35 liter, modalnya Rp 470 ribu. Padahal sebelumnya per jerigen dengan kapasitas yang sama hanya Rp 370 ribu.
Selain itu, penyetok BBM bersubsidi juga mulai berkurang. Sehingga untuk mendapatkan satu jerigen mulai cukup sulit. Bahkan beberapa hari ini, ia acap kali melihat mobil-mobil pribadi yang mengunjal BBM bersubsidi menggunakan jerigen ke para penjual eceran.
“Informasi dari para pengecer harga modal mereka juga naik dan BBM juga sulit. Saya juga melihat jarang ada sepeda motor yang membawa jerigen, malah sekarang sering melihat mobil-mobil pribadi yang membawa jerigen untuk dioper ke warung kecil,”tambahnya.
Hampir senada disampaikan Kades Pondok Tengah, Misran. Ia menyampaikan, diwilayah desanya mulai terjadi kenaikan harga BBM eceran.
Kenaikan harga ini telah berlangsung sekitar seminggu lalu. Dimana per satu setengah liter BBM jenis pertalite eceran sudah ada yang menyentuh harga Rp 25 ribu. Sedangkan jika harga Rp 20 ribu, minyak tidak sampai penuh satu liter setengah.
“Kita berharap penomena ini menjadi perhatian serius pemerintah dan para pemangku kebijakan. Karena masyarakat ditingkat bawah mulai menjerit,“demikian Misran.*
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: