Puluhan Warga Mukomuko Menjadi Pahlawan Devisa, TKI Di 6 Negara
Disnakertrans mukomuko-amris-
RADARMUKOMUKO.COM - Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), ada puluhan orang warga Kabupaten Mukomuko yang mengadu nasib ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Mereka tersebar di 5 negara, yaitu Malaysia, Taiwan, Brunai Darussalam, Kuwait, Korea Selatan (Korsel), Singapura hingga Tiongkok. Terbanyak berasal dari Kecamatan Teramang Jaya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mukomuko, Nurdiana, SE, MAP menjelaskan, saat ini mulai banyak warga Mukomuko yang berminat bekerja di luar negeri. Data saat setidaknya ada 25 orang yang terdata. Mereka merupakan tenaga kerja resmi yang pergi dengan dokumen lengkap. Tidak menutup kemungkinan ada warga yang ke luar negeri tidak melalui jalur resmi. Maka sekarang pihaknya tengah melakukan pendataan secara menyeluruh.
"Setidaknya ada 25 orang yang terdata dengan kita, mereka merupakan pejuang depisa yang bekerja ke luar negeri dengan jalur resmi, dokumen lengkap. Mereka bukan sekadar perantau biasa, melainkan pekerja migran resmi yang terdata dan terlindungi dalam sistem ketenagakerjaan nasional," katanya.
Warga yang berangkat ke luar negeri lewat jalur belakang atau tidak resmi ini berbahaya, maka perlu didata. Sebab jika terjadi masalah dengan yang bersangkutan, ini menjadi beban pemerintah. Ia mengimbau pada masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri atau menjadi TKI, harus melalui jalur yang sah, lengkapi dokumennya.
"Tenaga kerja di luar sering ada masalah, baik berkaitan dengan hukum maupun meninggal dunia, kalau ini terjadi maka pemerintah mau tidak mau harus turun tangan. Maka kita harus tahu siapa saja yang bekerja di luar. Kita anjurkan semua melalui jaluar resmi," paparnya.
BACA JUGA:Belanja Sat Set dengan Shopee Instant 1 Jam Tiba, Ada Diskon 50%
BACA JUGA:Belum Ada Satupun Desa Ketok APBDes Perubahan
Masih disampaikannya, warga Mukomuko yang bekerja di luar negeri saat ini, mereka tersebar di banyak negara. Tempat kerjanya juga beragam, umumnya bekerja di perusahaan dengan berbagai tugas. Ia juga menyarankan bagi yang berminat bekerja ke luar negeri, sebaiknya memiliki keahlian atau keterampilan dan kemampuan berbahasa.
Saat ini pemerintah Mukomuko memiliki BLK untuk pelatihan keahlian dalam berbagai jurusan, ini bisa dimanfaatkan untuk yang sedang mencari kerja di luar maupun di dalam negeri. Sebab BLK mencipkan lulusan yang siap kerja.
"Warga yang bekerja di luar negeri ini bukan hanya meningkatkan taraf hidup keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Karena itu, desa asal mereka akan mendapatkan insentif atau income dari pemerintah sebagai bentuk dukungan dan motivasi,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan pekerja migran yang terdaftar secara resmi menjadi indikator penting keberhasilan pembinaan tenaga kerja daerah. Selain menjamin perlindungan hukum, status legal juga memastikan kontribusi ekonomi yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Program “Desa Imigran Emas” sendiri diharapkan mampu mendorong desa-desa lain untuk aktif mempersiapkan warganya agar siap bersaing di pasar kerja internasional. Mulai dari peningkatan keterampilan, penguasaan bahasa, hingga pemahaman regulasi ketenagakerjaan luar negeri menjadi fokus utama pembinaan.
"Harapan kita, program ini akan menjadi pemantik semangat baru bagi generasi muda Mukomuko untuk berani bermimpi lebih besar, menembus batas negara, dan kembali membawa dampak positif bagi kampung halaman tercinta," pungkasnya.*
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: