15 Warga Banjarsari Tersenyum Bahagia
BLT-DD--
RADARMUKOMUKO.COM - Sebanyak 15 kepala keluarga di Desa Banjarsari Kecamatan Sungai Rumbai, Selasa pagi,(23/6/2026) kemarin, tersenyum sumringah dan riang gembira. Pasalnya 15 kepala keluarga itu kembali menerima bantuan tunai yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2026.
Dimana kepala keluarga yang menjadi penerima bantuan tunai ini, adalah kepala keluarga yang ditetapkan sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).
15 warga penerima atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini, adalah warga yang dikategorikan miskin ekstrim. Dan belum tersentuh oleh bantuan dari pemerintah. Seperti menerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan jenis bantuan lainnya.
Kepala Desa (Kades) Banjarsari, Muh. Sopyan, melalui Sekdes, Ali Usman, saat dihubungi mengatakan, sesuai dengan kesiapan pihaknya di desa. Setelah DD untuk program BLT-DD ini bisa ditarik, mereka langsung menjadwalkan untuk penyaluran. Penyaluran kali ini dilakukan untuk satu bulan.
Yaitu untuk bulan Juni. Karena penyaluran hanya untuk 1 bulan, maka masing-masing KPM menerima bantuan tunai sebesar Rp 300.000. Untuk selanjutnya, Pemdes Banjarsari berupaya bagaimana bantuan ini disalurkan setiap bulan. Dan penyaluran tidak menunggu sampai 2 hingga 3 bulan.
BACA JUGA:Sekolah Diminta Konsisten Terapkan Zonasi dalam SPMB
BACA JUGA:Disdikbud Pastikan Mukomuko Kebagian Dana Revitalisasi Sekolah Rp 6 Miliar
"Ya, hari ini (kemarin red) kita kembali menyalurkan BLT-DD untuk bulan Juni. Semua KPM kita undang ke balai desa, bagi yang sakit berhalangan datang, kita yang langsung turun mengantarkan bantuan tersebut," ungkap Ali Usman Selasa,(23/6/2026).
Ditambahkan Ali, regulasi dan aturan dalam penyaluran BLT-DD ini masih mengacu dengan aturan tahun-tahun sebelumnya. Untuk menentapkan warga sebagai penerima bantuan ini ada mekanisme yang harus dilaksanakan. Sebelum menjadi penerima bantuan ini, 15 warga tersebut sudah diseleksi melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Memastikan warga tersebut masuk dalam kategori miskin ekstrim. Namun, belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah. Sesuai dengan hasil Musdesus, sebelumnya jumlah warga penerima BLT-DD ini sebanyak 17 KPM. Namun, terhitung sejak April lalu jumlah KPM dipangkas menjadi 15 KPM hingga sekarang. Karena diketahui 2 orang KPM diantaranya terhitung sejak April lalu terdaftar sebagai penerima PKH.
"Kita memastikan penyaluran BLT-DD ini tidak terjadi tumpang tindih. Jika ketahuan menerima bantuan lain, seperti PKH dan BPNT, maka yang bersangkutan langsung dikeluarkan dari penerima BLT-DD," tambah Ali Usman.*
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: