Siswa 6 Kecamatan Di Mukomuko Belum Nyicip MBG
MBG--
RADARMUKOMUKO.COM - Makanan Bergizi Gratis (MBG) sedang tidak baik-baik saja. Program ini tengah dalam perdebatan dan memicu protes di mana-nama.
Bahkan tidak sedikit suara yang meminta program MBG dievaluasi total hingga dihentikan. Sebab MBG dituding menghambur anggaran negara hingga menjadi ladang korupsi.
Tuntutan evaluasi program ini makin nyaring terdengar setelah Jaksa Agung berhasil mengungkap dugaan korupsi oleh mantan ketua BGN dan dua wakilnya.
Ditengah ramainya tuntutan evaluasi, ternyata program ini belum menyentuh seluruh siswa, belita, ibu hamil dan menyenyusui di wilayah Kabupaten Mukomuko.
Perlu diketahui saat ini baru ada 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Mukomuko. 10 SPPG ini berada 8 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Kota Mukomuko terdapat dua SPPG dan Penarik 2 SPPG.
Terus Air Manjuto, XIV Koto, Teras Terunjam, Teramang Jaya, Pondok Suguh, Sungai Rumbai dan Ipuh masing-masing 1 SPPG.
BACA JUGA:Tujuan Menggunakan Kapur Sirih Untuk Memasak Makanan
BACA JUGA:Sejarah Jalan Alas Roben, Penuh Kengerian Hingga Tempat Pembuangan Mayat
Sedangkan 7 kecamatan yang belum memiliki SPPG hingga belum menyicip MBG sama sekali di Mukomuko, yaitu Kecamatan Lubuk Pinang, Kecamatan V Koto, Kecamatan Selagan Raya, Kecamatan Air Dikit, Kecamatan Malin Deman, Air Dikit dan Kecamatan Air Rami.
Kepala Dinas ketahanan pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma alias Etang diminta keterangannya, mengakui untuk Mukomuko saat ini baru ada 10 SPPG di 8 kecamatan. Karena ada dua kecamatan memiliki 2 SPPG, yaitu Kota Mukomuko dan Penarik.
"Kalau yang sudah berjalan 10 SPPG di 8 kecamatan, ada juga yang sudah proses dibangun tapi belum beroperasi. Memang sementara ini hanya wilayah 8 kecamatan sudah menikmati MBG di Mukomuko," kata Etang.
Terkait dengan ramainya isu soal permintaan pemberhentian MBG atau evaluasi total saat ini, Etang mengatakan program ini dari pusat, daerah hanya memonitor.
Pelaksananya dari pihak SPPG. Mengenai masih banyak kecamatan belum memiliki dapur MBG, pihaknya hanya menunggu dari pusat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: