Pemdes Pondok Tengah Gelar Rembuk Stunting

Pemdes Pondok Tengah Gelar Rembuk Stunting

Rembuk Stunting--

 

RADARMUKOMUKO.COM – Pemerintah Desa Pondok Tengah, Kecamatan V Koto, menggelar rembuk stunting. Pada Rabu 17 Juni 2026. Berlangsung di aula gedung pertemuan desa setempat. Acara tersebut sebagai upaya dalam memetakan pencegahan dan penanganan stunting.

Serta menjadi salah satu tahapan wajib dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) untuk tahun anggaran 2027. 

Turut hadir dalam kegiatan itu, Camat V Koto, Andi Hendra S.STP, M.Si, bersama Kasi Ekobang, SY Oyon, S.AP, Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan V Koto, Ns Yesti Eka Daswita, S.Kep.

Hadir juga Ketua emberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pondok Tengah, Yeni P, para Pendamping Desa (PD), Kader Posyandu, dan lainnya.

Kades Pondok Tengah, Misran, menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu tahap dalam penyusunan RKPDes untuk tahun 2027. Tujuan diadakannya rembuk guna menyatukan ide, gagasan untuk menekan serta mencegah stunting khususnya di Pondok Tengah.

BACA JUGA:Pulai Payung Wakili Mukomuko di Ajang Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Bengkulu

BACA JUGA:Puluhan Mahasiswa Asal Mukomuko Deklarasikan Terbentuknya PEMRAB Sumbar

Sehingga apa saja yang dibutuhkan para kader dalam kegiatan Posyandu juga disampaikan dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya, semua usulan itu ditampung oleh tim penyusun RKPDes.

Adapun usulan yang masuk dalam rembuk cukup beragam, salah satunya seperti pemberian makanan tambahan (pmt). Dimana makanan tambahan tersebut juga merupakan program yang telah berjalan di tahun sebelumnya.

“Hari ini (kemarin red) kami menggelar rembuk stunting sebagai tahapan penyusunan RKPDes 2027. Rembuk ini juga sebagai langkah dan upaya pencegahan dan penanganan stunting,”ucapnya.

Selanjutnya Kades juga berharap semua pihak bisa bersatu padu, kompak untuk sama-sama menyatakan perang terhadap stunting. Apalagi program penanganan stunting berskala nasional, baik dari pemerintah desa sampai pusat masih fokus melakukan pencegahan stunting.

Selain itu, ia juga meminta kerjasama dari para warga. Terlebih peran para orang tua dan calon orang untuk rutin hadir dalam kegiatan Posyandu. Melalui kegiatan Posyandu, kesehatan anak dan calon anak bisa terus terpantau. Sehingga generasi selanjutnya diharapkan bebas dari stunting.

“Mari sama-sama kita kompak melawan stunting, dan masyarakat juga harus mendukung dengan rutin hadir dalam kegiatan Posyandu,”tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: