MBG Untuk Ribuan Anak Di Mukomuko Dihentikan

MBG Untuk Ribuan Anak Di Mukomuko Dihentikan

MBG--

 

RADARMUKOMUKO.COM - Pasca penetapan tersangka dan penangkapan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (DH) bersama dua wakilnya oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), isu liar soal Makanan Bergisi Gratis (MBG) terus berkembang. Salah satunya kabar adanya kendala teknis terkait Dana Operasional membuat banyak dapur MBG yang berhenti beroperasi, sehingga ribuan anak kehilangan akses MBG yang disiapkan pemerintah. 

Termasuk di wilayah Kabupaten Mukomuko setidaknya ada dua dapur MBH yang berhenti beroperasi, yaitu wilayah Kota Mukomuko dan Kecamatan Pondok Suguh. Namun pemberhentian ini diklaim hanya sementara, karena adanya proses perbaikan sarana dan prasarana untuk beberapa hari kedepan. Dipastikan bukan disebabkan masalah keuangan atau imbas dari kasus dugaan korupsi dan pergantian terhadap pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional.

"Kami informasikan bahwa untuk sementara waktu MBG (Makan Bergizi Gratis) tidak dapat diantar ke sekolah karena dapur MBG sedang dalam proses perbaikan sarana dan prasarana untuk beberapa hari kedepan," isi pesan yang beredar dari sekolah kepada orang tua atau wali murid.

Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Mukomuko, M. Sukri, saat dikonfirmasi Radar Utara membenarkan bahwa dua SPPG tersebut saat ini tidak beroperasi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa penghentian tersebut bersifat sementara, bukan permanen.

BACA JUGA:Dana Desa Reguler Tahap II Mulai Disalurkan, 123 Desa di Mukomuko Terima Rp19,9 Miliar

BACA JUGA:Pemenang Lomba Desa Tingkat Kabupaten Mukomuko Telah Ditetapkan

 Benar, ada dua SPPG yang saat ini berhenti beroperasi. Tetapi ini bukan penutupan permanen. Saat ini sedang dilakukan perbaikan fasilitas untuk meningkatkan kualitas pelayanan,  jelas Sukri.

Menurutnya, langkah perbaikan ini justru merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan layanan yang diberikan ke depan lebih optimal, baik dari sisi kualitas makanan maupun standar operasional pelayanan.

Ia juga memastikan bahwa setelah proses pembenahan selesai, kedua SPPG tersebut akan kembali beroperasi seperti sediakala dan menyalurkan kembali program MBG kepada para penerima manfaat.

 Kami minta masyarakat tetap tenang. Ini hanya sementara. Setelah perbaikan rampung, operasional akan kembali normal,  pungkasnya

Kepala Dinas ketahanan pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma alias Etang membenarkan berhentinya operasional dua SPPG di Mukomuko tersebut. Pihaknya sudah koordinasi dengan koordinator SPPG tersebut, dipastikan pemberhentian ini hanya sementara, karena adanya perbaikan. Di Mukomuko saat ini ada 10 dapur MBG yang beroperasi, 8 diantaranya masih berjalan lancar, tidak ada kendala.

"Kalau imformasinya ini sementara, karena adanya perbaikan untuk bisa lebih bagus kedepannya. Mungkinan dalam beberapa hari ke depan sudah kembali beroperasi," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: