Kepala Dinas PMD Mukomuko Wacanakan Lomba Gotong Royong Tingkat Kabupaten
Dinas PMD Mukomuko--
RADARMUKOMUKO.COM - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mukomuko, Junaidi, SP, mewacanakan pelaksanaan Lomba Gotong Royong tingkat kabupaten yang direncanakan digelar pada akhir tahun 2026.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat di desa-desa.
Rencana tersebut disampaikan Junaidi saat memberikan sambutan dalam kegiatan verifikasi lapangan Lomba Desa tingkat Kabupaten Mukomuko yang berlangsung di Kantor Desa Nelan Indah, Kecamatan Teramang Jaya, Kamis (4/6).
Dalam kesempatan itu, Junaidi menjelaskan bahwa mekanisme penilaian lomba gotong royong nantinya akan dilakukan melalui dokumentasi berupa foto dan video kegiatan yang dikirim oleh peserta.
Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil kegiatan, tetapi juga melihat tingkat keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan gotong royong.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat di desa diharapkan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mulai dari warga, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, karang taruna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa hingga berbagai unsur lainnya yang ada di lingkungan desa.
BACA JUGA:138 CPNS Mukomuko Resmi Menjadi PNS Murni, Gaji Full 100 Persen
"Penilaian dilakukan menggunakan foto dan video kegiatan. Yang dinilai bukan hanya hasilnya, tetapi juga keterlibatan seluruh unsur masyarakat dalam pelaksanaan gotong royong," kata Junaidi.
Meski mengandalkan dokumentasi sebagai bahan penilaian utama, Junaidi menegaskan bahwa kemungkinan verifikasi lapangan tetap terbuka.
Tim penilai dapat turun langsung ke lokasi untuk mencocokkan dokumen yang disampaikan peserta dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Ia menjelaskan, kegiatan gotong royong yang dilombakan nantinya difokuskan pada fasilitas umum yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Beberapa lokasi yang dapat menjadi objek kegiatan antara lain rumah ibadah, area pemakaman, serta berbagai fasilitas umum lainnya yang membutuhkan perhatian dan pemeliharaan bersama.
"Untuk lokasi gotong royong bisa dilakukan di fasilitas umum, misalnya masjid, pemakaman, dan fasilitas umum lainnya," ujarnya.
Junaidi berharap lomba tersebut dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan meningkatkan semangat kebersamaan masyarakat di desa. Selain memperkuat nilai-nilai gotong royong yang menjadi budaya bangsa, kegiatan itu juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: