Perbedaan Sakit Maag dan Batu Empedu yang Sering Disalahartikan
Bagi Penderita Maag, Ini Tips Berpuasa Sehat dan Nyaman--
RADARMUKOMUKO.COM - Nyeri di perut bagian atas sering kali datang tanpa aba-aba. Sebagian orang langsung menganggapnya sebagai sakit maag biasa, lalu mencoba meredakannya dengan obat lambung yang dijual bebas.
Namun dalam banyak kasus, rasa nyeri yang dianggap sepele itu ternyata berasal dari gangguan lain yang lebih serius, yakni batu empedu.
Gejalanya memang tampak mirip di permukaan, tetapi keduanya memiliki penyebab dan penanganan yang sangat berbeda.
Fenomena salah mengenali penyakit ini masih sering ditemukan di tengah masyarakat. Banyak pasien datang ke rumah sakit setelah berulang kali mengobati dirinya sendiri sebagai penderita maag, padahal sumber keluhannya berasal dari kantong empedu.
Kondisi tersebut disampaikan oleh dr. Rina Amelia, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam, saat memberikan edukasi kesehatan di Mukomuko, belum lama ini.
Menurut dr. Rina, sakit maag atau gastritis umumnya berkaitan dengan peradangan pada lambung akibat pola makan tidak teratur, konsumsi makanan pedas berlebihan, stres, hingga infeksi bakteri Helicobacter pylori. Keluhan yang muncul biasanya berupa rasa perih, kembung, mual, dan sensasi panas di ulu hati, terutama ketika lambung kosong atau telat makan.
BACA JUGA:Gunakan Silpa TA 2025, Desa Sidodadi Tetap Realisasikan Pembangunan Fisik
BACA JUGA:Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 11 Mukomuko Sederhana dan Sukses
“Nyeri maag cenderung terasa seperti terbakar atau perih di ulu hati dan sering membaik setelah makan atau minum obat lambung,” ujar dr. Rina.
Sementara itu, batu empedu terjadi akibat endapan cairan empedu yang mengeras di dalam kantong empedu. Penyakit ini lebih sering menyerang perempuan, orang dengan berat badan berlebih, penderita kolesterol tinggi, serta mereka yang memiliki pola makan tinggi lemak. Rasa sakit akibat batu empedu biasanya muncul mendadak dengan intensitas lebih kuat dibanding maag.
Ia menjelaskan, nyeri batu empedu umumnya berada di perut kanan atas dan dapat menjalar hingga ke punggung atau bahu kanan. Keluhan sering muncul setelah mengonsumsi makanan berlemak seperti santan, gorengan, atau daging berlemak. Dalam beberapa kasus, pasien juga mengalami demam, muntah, hingga kulit menguning jika terjadi penyumbatan saluran empedu.
“Kalau batu empedu, nyerinya sering datang tiba-tiba dan terasa menusuk. Pasien biasanya sulit menemukan posisi nyaman karena rasa sakitnya cukup hebat,” katanya.
Perbedaan lain terlihat dari respons tubuh terhadap makanan. Pada penderita maag, makan dalam porsi kecil justru dapat membantu meredakan keluhan. Sebaliknya, pada batu empedu, makanan tertentu terutama yang tinggi lemak bisa menjadi pemicu utama serangan nyeri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: