Antrean Mobil Di SPBU Makin Panjang, Harga Bio Solar Eceran Melangit
SPBU Mukomuko-amris-
RADARMUKOMUKO.COM - Pemandangan antrean panjang kendaraan diesel kini menjadi hal yang nyaris tak terpisahkan dari sejumlah SPBU di Bengkulu, termasuk di Kabupaten Mukomuko.
Sejak pagi buta hingga larut malam, deretan truk, mobil angkutan, hingga kendaraan pribadi bermesin diesel memenuhi area pengisian bahan bakar bersubsidi.
Mesin kendaraan yang terus menyala bercampur dengan suara keluhan para sopir yang harus mengorbankan waktu, tenaga, bahkan penghasilan demi mendapatkan Bio Solar.
Kondisi ini mulai terasa sejak harga Dexlite dan Pertamina Dex mengalami perpindahan harga.
Banyak pemilik kendaraan diesel yang sebelumnya menggunakan bahan bakar nonsubsidi kini beralih ke Bio Solar karena dianggap lebih terjangkau. Namun, perpindahan besar-besaran itu justru memicu antrean panjang di hampir seluruh SPBU.
Wilman, seorang pemilik mobil diesel di Mukomuko, mengaku tidak lagi mampu bertahan menggunakan bahan bakar nonsubsidi. Kenaikan harga membuat biaya operasional usahanya membengkak dan menggerus keuntungan harian.
“Sekarang terpaksa pakai Bio Solar. Harga Dex dan Pertamina Dex terlalu mahal. Kalau dipaksakan, penghasilan habis untuk beli bahan bakar,” ujar Wilman saat ditemui di salah satu SPBU di Mukomuko, Selasa 19 Mei 2026.
Ia mengatakan antrean panjang sudah menjadi rutinitas baru bagi para pengguna kendaraan diesel. Dalam sehari, waktu mereka banyak tersita hanya untuk menunggu giliran mengisi bahan bakar. Tidak sedikit yang harus menghabiskan hampir seharian penuh di SPBU sehingga pekerjaan lain terbengkalai.
“Kadang dari pagi sampai malam masih antre. Sehari bisa habis di SPBU saja. Mau cari penumpang atau usaha lain jadi tidak bisa, padhal dapur mesti harus ngepul dan berasap” katanya.
Tekanan kebutuhan membuat sebagian pemilik kendaraan mencari alternatif lain dengan membeli Bio Solar eceran. Namun kondisi di lapangan justru semakin memberatkan. Ketersediaan solar eceran semakin langka, sementara harganya melonjak tajam alias melangit.
Wilman menyebut harga satu jeriken Bio Solar eceran yang sebelumnya berkisar Rp300 ribu kini naik hingga Rp450 ribu. Kenaikan itu dinilai sangat memberatkan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari kendaraan diesel.
“Sekarang susah cari solar eceran. Kalau ada pun mahal sekali. Dulu satu jerigen sekitar Rp300 ribu, sekarang bisa Rp450 ribu,” ujarnya.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Mukomuko. Sejumlah SPBU di wilayah Bengkulu dilaporkan mengalami lonjakan antrean kendaraan diesel dalam beberapa pekan terakhir. Petugas SPBU bahkan harus mengatur kendaraan secara bergantian agar antrean tidak meluas hingga ke badan jalan.
Seorang operator SPBU di Bengkulu yang enggan disebutkan namanya mengatakan peningkatan antrean terjadi hampir setiap hari. Menurutnya, mayoritas kendaraan yang datang merupakan pengguna diesel yang sebelumnya jarang membeli Bio Solar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: