Penyebab Bibir Pecah-Pecah Menurut Dokter

Penyebab Bibir Pecah-Pecah Menurut Dokter

Bibir pecah pecah -Ilustrasi -Berbagai Sumber

Angin kering yang berembus pelan sering kali meninggalkan jejak yang tak kasatmata, namun terasa nyata di permukaan bibir. Retakan halus yang perlahan berubah menjadi perih menjadi pengalaman yang akrab bagi banyak orang, terutama saat cuaca berubah atau rutinitas harian tak lagi memberi ruang bagi tubuh untuk terhidrasi dengan baik. 

Bibir pecah-pecah, yang kerap dianggap sepele, sesungguhnya menyimpan cerita tentang keseimbangan tubuh yang terganggu.

Di berbagai kota dengan suhu yang tidak menentu, keluhan bibir kering dan pecah-pecah meningkat, terutama pada musim kemarau atau saat paparan pendingin ruangan berlangsung sepanjang hari. 

Kondisi ini tidak mengenal usia maupun jenis kelamin, meski mereka yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan cenderung lebih rentan. Dalam praktik medis, kondisi ini dikenal sebagai cheilitis, yakni peradangan pada bibir yang dapat disebabkan oleh beragam faktor.

Dokter spesialis kulit, dr. Andini Prasetya, menjelaskan bahwa penyebab paling umum dari bibir pecah-pecah adalah dehidrasi. 

“Banyak orang tidak menyadari bahwa kurang minum air putih dapat langsung berdampak pada kondisi bibir. Bibir tidak memiliki kelenjar minyak seperti kulit lainnya, sehingga lebih mudah kehilangan kelembapan,” ujarnya saat ditemui di sebuah klinik di Jakarta. Tanpa asupan cairan yang cukup, lapisan pelindung alami bibir menjadi rapuh dan mudah retak.

Selain dehidrasi, kebiasaan sehari-hari juga turut berperan. Menjilat bibir secara berulang, yang sering dilakukan untuk mengatasi rasa kering, justru memperparah kondisi. Air liur menguap dengan cepat dan membawa serta kelembapan alami bibir. 

“Ini adalah lingkaran yang tidak disadari. Semakin sering dijilat, bibir justru semakin kering,” tambah dr. Andini.

Paparan lingkungan menjadi faktor lain yang tak kalah penting. Sinar matahari, angin, dan udara dingin dapat merusak lapisan luar bibir. 

Dalam jangka panjang, paparan sinar ultraviolet bahkan dapat menyebabkan kerusakan yang lebih serius, termasuk peradangan kronis. Oleh karena itu, perlindungan terhadap bibir sering kali diabaikan, padahal perannya sama pentingnya dengan perlindungan kulit wajah.

Di sisi lain, kekurangan nutrisi tertentu juga dapat memicu bibir pecah-pecah. Vitamin B kompleks, zat besi, dan zinc memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit, termasuk bibir. 

Ketika tubuh kekurangan nutrisi ini, regenerasi sel kulit terganggu, sehingga bibir lebih mudah mengalami kerusakan. “Kami sering menemukan kasus bibir pecah-pecah yang berkaitan dengan pola makan yang tidak seimbang,” jelas dr. Andini.

Penggunaan produk kosmetik atau perawatan bibir yang tidak cocok juga dapat menjadi pemicu. Beberapa bahan dalam lipstik atau lip balm dapat menyebabkan reaksi alergi atau iritasi pada individu tertentu. 

Reaksi ini biasanya ditandai dengan kemerahan, rasa perih, hingga pengelupasan kulit bibir. Dalam kondisi seperti ini, penting untuk mengenali produk yang digunakan dan menghentikan pemakaian jika muncul gejala yang mencurigakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: