Tengkulak Patuhi HPP, Harga Gabah Tertinggi di Selagan Raya Capai Rp6.800 per Kilogram
Tengkulak Patuhi HPP, Harga Gabah Tertinggi di Selagan Raya Capai Rp6.800 per Kilogram--
RADARMUKOMUKO.COM - Kabupaten Mukomuko saat ini tengah memasuki masa panen padi musim tanam pertama tahun 2026.
Di Kecamatan Selagan Raya, harga gabah kering panen (GKP) dilaporkan cukup menggembirakan bagi petani. Harga tertinggi bahkan mencapai Rp6.800 per kilogram, atau berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Informasi tersebut disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Selagan Raya, Juliyanto, pada Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa harga gabah di tingkat petani cukup stabil dan cenderung mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
"Harga gabah di Selagan Raya bervariasi, mulai dari Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram GKP, tergantung kualitas padi yang dihasilkan petani," ujar Juliyanto kepada wartawan.
Menurutnya, gabah dengan kualitas standar umumnya dihargai Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan HPP.
Namun, untuk gabah dengan kualitas yang lebih baik, seperti tingkat kadar air yang rendah dan bulir yang lebih bernas, harga bisa naik hingga Rp6.800 per kilogram.
"Tauke atau tengkulak yang menampung hasil panen petani sejauh ini mematuhi HPP yang ditetapkan pemerintah. Bahkan untuk kualitas bagus, mereka berani membeli di atas HPP," jelasnya.
Meski demikian, Juliyanto juga mengingatkan adanya faktor lain yang memengaruhi harga yang diterima petani, yakni biaya pengangkutan atau langsir.
Harga yang disebutkan sebelumnya berlaku untuk gabah yang posisinya sudah siap diangkut ke atas kendaraan.
"Jika lokasi sawah berada di tengah dan tidak bisa dijangkau mobil, maka diperlukan biaya langsir. Biaya ini biasanya dibebankan kepada petani," ungkapnya.
Ia menambahkan, biaya langsir rata-rata berkisar Rp200 per kilogram. Dengan demikian, petani yang harus mengeluarkan biaya tersebut akan menerima harga bersih sekitar Rp6.300 per kilogram, meskipun harga jual awal berada di angka Rp6.500 per kilogram.
"Ini yang perlu diperhatikan petani, karena biaya tambahan bisa mengurangi pendapatan mereka," tambah Juliyanto.
Di sisi lain, Juliyanto menyampaikan bahwa sebagian besar petani di wilayah Selagan Raya saat ini masih dalam proses panen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: