Tiga Desa di Selagan Raya Terkendala Lahan Koperasi, Camat Minta Intervensi Pemkab dan TNI

Tiga Desa di Selagan Raya Terkendala Lahan Koperasi, Camat Minta Intervensi Pemkab dan TNI

Tiga Desa di Selagan Raya Terkendala Lahan Koperasi, Camat Minta Intervensi Pemkab dan TNI--

RADARMUKOMUKO.COM - Upaya percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Selagan Raya menghadapi kendala serius. 

Tiga desa, yakni Sungai Ipuh Dua, Pondok Baru, dan Aur Cina, hingga kini belum dapat memulai pembangunan akibat persoalan ketersediaan lahan.

Permasalahan tersebut mendorong Camat Selagan Raya, Iyos Edwarsah, untuk menggelar rapat bersama Bupati Mukomuko dan Komandan Kodim (Dandim) 0428 Mukomuko pada Senin (30/3/2026). 

Dalam pertemuan itu, camat menyampaikan langsung berbagai kendala yang dihadapi desa serta meminta dukungan konkret dari pemerintah daerah dan unsur TNI.

Iyos menjelaskan, ketiga desa memiliki persoalan yang berbeda namun bermuara pada satu hal yang sama, yakni keterbatasan lahan. 

Desa Sungai Ipuh Dua sebenarnya telah memiliki lahan, namun dinilai belum memenuhi standar yang ditetapkan untuk pembangunan gerai koperasi. Sementara itu, Desa Aur Cina memiliki lahan tetapi luasnya tidak mencukupi.

"Lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan sekitar 20 meter kali 30 meter, bahkan lebih. Di Aur Cina, lahan yang tersedia belum memenuhi kebutuhan tersebut," jelas Iyos kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).

Kondisi lebih sulit dialami Desa Pondok Baru yang hingga kini belum memiliki lahan sama sekali untuk pembangunan fasilitas tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah desa, namun belum membuahkan hasil.

"Secara garis besar, masalah di tiga desa ini sama, yakni keterbatasan lahan. Pemerintah desa sudah berupaya maksimal, tetapi memang sudah mentok," ujarnya.

Ia menegaskan, pihak kecamatan hadir sebagai perpanjangan tangan desa untuk menyampaikan persoalan tersebut ke tingkat kabupaten. Harapannya, melalui koordinasi lintas sektor, dapat ditemukan solusi yang memungkinkan pembangunan tetap berjalan.

Menurut Iyos, keterlibatan pemerintah daerah dan TNI diharapkan mampu membantu mencarikan alternatif, baik melalui fasilitasi lahan maupun skema lain yang memungkinkan percepatan pembangunan.

Di sisi lain, ia memastikan bahwa secara umum desa-desa di Selagan Raya mendukung penuh program nasional pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih. Dari total 12 desa yang ada, sebagian besar telah memulai proses pembangunan.

 Ini menunjukkan komitmen desa dalam mendukung program pemerintah. Namun untuk desa yang belum berjalan, kendalanya memang cukup serius dan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah desa,  tambahnya.

Program pembangunan gerai koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa, terutama dalam memperkuat sektor usaha kecil dan menengah. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: