DPRD MUKOMUKO, HUT 23 MUKOMUKO

Ini Alasannya Pohon Kurma di Thailand Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat

Ini Alasannya Pohon Kurma di Thailand Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat

Ini Alasannya Pohon Kurma di Thailand Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat--

RADARMUKOMUKO.COM - Di tengah lanskap tropis Thailand yang identik dengan sawah hijau dan kebun kelapa, keberadaan pohon kurma yang tumbuh subur sering kali menghadirkan kejutan tersendiri. 

Tanaman yang selama ini lekat dengan citra gurun Timur Tengah itu ternyata mampu beradaptasi dengan baik di beberapa wilayah Thailand, bahkan menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas. 

Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian petani lokal, tetapi juga para peneliti yang melihatnya sebagai peluang baru dalam sektor pertanian.

Di Provinsi Ratchaburi, sekitar dua jam perjalanan dari Bangkok, deretan pohon kurma berdiri tegak dengan buah-buah yang menggantung padat. Kebun milik Somchai Prasert (52) menjadi salah satu contoh keberhasilan budidaya kurma di Thailand. Ia mulai menanam kurma lebih dari sepuluh tahun lalu, saat tren ini belum populer. 

“Awalnya banyak yang ragu. Kurma dianggap hanya cocok di daerah kering. Tapi ternyata, dengan teknik yang tepat, hasilnya justru sangat baik,” ujarnya saat ditemui di kebunnya pada awal musim panen tahun ini.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kondisi iklim Thailand yang ternyata cukup mendukung. Meski dikenal sebagai negara tropis dengan curah hujan tinggi, beberapa wilayah memiliki periode musim kering yang cukup panjang. 

Kondisi ini memungkinkan pohon kurma mendapatkan sinar matahari yang melimpah, salah satu faktor utama dalam proses pembentukan buah. Selain itu, suhu udara yang hangat sepanjang tahun membantu pertumbuhan tanaman secara konsisten.

Menurut Dr. Chatchai Nualsri, ahli hortikultura dari Kasetsart University, kunci utama keberhasilan kurma di Thailand terletak pada manajemen lingkungan tumbuh. “Kurma membutuhkan drainase yang baik dan paparan sinar matahari penuh. 

Di Thailand, petani mulai memahami bagaimana mengatur pola tanam dan irigasi agar sesuai dengan kebutuhan tanaman ini,” jelasnya dalam sebuah wawancara penelitian pertanian.

Selain faktor iklim, jenis tanah juga berperan penting. Banyak daerah di Thailand memiliki tanah berpasir dengan kandungan mineral yang cukup, mirip dengan kondisi alami tempat kurma tumbuh di Timur Tengah. Tanah seperti ini memungkinkan akar kurma berkembang dengan baik tanpa risiko genangan air yang berlebihan. Para petani juga menerapkan teknik pemupukan yang terukur untuk menjaga kesuburan tanah.

Di sisi lain, kemajuan teknologi pertanian turut mendorong produktivitas kurma di Thailand. Penggunaan sistem irigasi tetes, misalnya, membantu mengontrol asupan air secara efisien. Metode ini memastikan tanaman mendapatkan kelembapan yang cukup tanpa membuat tanah terlalu basah. “Kami belajar dari negara lain, lalu menyesuaikannya dengan kondisi lokal. Hasilnya sangat memuaskan,” kata Somchai.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah pemilihan varietas kurma yang tepat. Tidak semua jenis kurma dapat tumbuh optimal di lingkungan tropis. 

Oleh karena itu, petani di Thailand cenderung memilih varietas yang lebih adaptif, seperti Barhi dan Khadrawy, yang dikenal mampu berbuah dengan baik di luar habitat aslinya. Proses seleksi ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan budidaya.

Fenomena ini juga didukung oleh meningkatnya permintaan pasar terhadap buah kurma, baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: