DPRD MUKOMUKO, HUT 23 MUKOMUKO

Masyarakat Sulit Dapatkan Gas Elpiji 3 Kg, Disperindagkop Klaim Pasokan Cukup

Masyarakat Sulit Dapatkan Gas Elpiji 3 Kg, Disperindagkop Klaim Pasokan Cukup

gas mahal dan langka-istimewa-

 

RADARMUKOMUKO.COM - Di sebagian besar desa atau kecamatan di Mukomuko, muncul keluhan masyarkat terkait sulitnya mendapat gas elpiji 3 kg atau gas tabung melon yang disubsidi pemerintah. Bahkan jikapun ada, harganya jauh diatas HET

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Mukomuko, Syafriadi, SH menyatakan kuota gas 3 Kilogram untuk wilayah Kabupaten Mukomuko, sebenarnya tidak langka. 

Menurutnya, kuota gas elpiji untuk Kabupaten Mukomuko ditahun 2026 4.402 Metrik Ton (MT) dengan kisaran lebih kurang sekitar 1.467.000 tabung. 

BACA JUGA:Gerai KDMP Dibangun Diseluruh Desa di Kecamatan V Koto

BACA JUGA:21 Hari Puasa Ramadhan 1447 H Persi Pemerintah, Ini Waktu Berbuka Hari Ini

Jika dikalkulasikan jumlah kuota tersebut cukup untuk warga yang menjadi sasaran di Kabupaten Mukomuko. 

Namun, fakta di lapangan masyarakat yang seyogyanya adalah sasaran pemanfaat gas melon 3 Kg, susah untuk mendapatkannya dan membeli di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Sebagai tindaklanjutnya, mereka sudah turun langsung ke lapangan khususnya wilayah Penarik. 

Fakta yang mereka dapatkan di lapangan, dugaannya satu Kepala Keluarga (KK) atau satu rumah ada yang membeli gas melon 1 hingga 3 tabung. 

BACA JUGA:Khasiat Kolang Kaling untuk Kesehatan dan Cara Mengonsumsinya Secara Optimal

BACA JUGA:Masyarakat Tidak Perlu Panik, BBM Aman Hingga Lebaran Idul Fitri

Sementara pihak penyalur tidak bisa mengkontrol hal tersebut. Ini salah satu dugaan penyebab sehingga gas 3 Kg ini sulit didapatkan masyarakat dan jadi langka di kalangan masyarakat yang jadi sasaran pemanfaat.

"Kalau kami bilang gas melon atau gas 3 Kg ini tidak langka. Kalau berpedoman dengan jumlah kuota keseluruhan untuk Kabupaten Mukomuko tahun 2026 ini. Gas LPG tidak langka. Kuotanya cukup," kata Syafriadi.*

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: