DPRD MUKOMUKO, HUT 23 MUKOMUKO

Getah Sayuran Ini yang Melekat di Gigi dan Berpotensi Menjadi Karang Gigi

Getah Sayuran Ini  yang Melekat di Gigi dan Berpotensi Menjadi Karang Gigi

Getah Sayuran Ini yang Melekat di Gigi dan Berpotensi Menjadi Karang Gigi--

RADARMUKOMUKO.COM -  Dalam kondisi tertentu, sisa getah tersebut dapat berkontribusi pada terbentuknya plak yang kemudian mengeras menjadi karang gigi apabila tidak dibersihkan dengan baik.

Ketika sisa-sisa ini bercampur dengan bakteri dan mineral dari air liur, terbentuklah lapisan plak. Jika plak tidak dibersihkan secara rutin melalui menyikat gigi atau perawatan mulut lainnya, lapisan tersebut dapat mengeras menjadi karang gigi atau kalkulus.

Dokter gigi dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg. Widyastuti, menjelaskan bahwa proses pembentukan karang gigi sebenarnya berlangsung perlahan. Menurutnya, makanan apa pun yang meninggalkan sisa di gigi berpotensi menjadi plak, termasuk beberapa sayuran yang memiliki tekstur getah.

“Sayuran tertentu memang memiliki getah atau zat lengket alami. Ketika sisa getah itu menempel pada gigi dan tidak segera dibersihkan, bakteri di mulut akan memanfaatkannya sebagai tempat berkembang. Dalam beberapa hari saja, plak bisa terbentuk dan lama-kelamaan mengeras menjadi karang gigi,” ujarnya dalam wawancara edukasi kesehatan gigi.

Salah satu sayuran yang sering disebut memiliki getah cukup kuat adalah jantung pisang. Sayuran yang populer di berbagai daerah Indonesia ini memiliki tekstur berserat dengan getah yang mudah menempel pada tangan maupun peralatan dapur. 

Ketika dikonsumsi, sisa getahnya juga dapat melekat pada permukaan gigi, terutama jika tidak segera dibersihkan dengan berkumur atau menyikat gigi.

Selain jantung pisang, daun pepaya muda juga dikenal memiliki getah alami yang cukup pekat. Getah ini sebenarnya mengandung berbagai enzim yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. 

Namun, ketika sisa makanan menempel lama di sela gigi, kondisinya dapat memicu terbentuknya plak. Dalam jangka panjang, plak yang tidak dibersihkan dapat mengeras menjadi karang gigi yang sulit dihilangkan tanpa bantuan dokter gigi.

Fenomena serupa juga dapat terjadi pada sayuran seperti daun singkong dan beberapa jenis tanaman yang memiliki getah alami. Getah tersebut pada dasarnya tidak berbahaya bagi tubuh, bahkan banyak di antaranya kaya nutrisi. 

Masalah muncul ketika sisa makanan tertinggal terlalu lama di rongga mulut dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Pakar kesehatan gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, drg. Sri Anggraini, menjelaskan bahwa faktor utama pembentukan karang gigi bukanlah jenis makanannya semata, melainkan kebiasaan menjaga kebersihan mulut setelah makan.

“Tidak ada makanan yang secara langsung berubah menjadi karang gigi. Prosesnya selalu melibatkan bakteri dan plak. Namun makanan yang berserat atau memiliki getah memang lebih mudah tertinggal di sela gigi jika seseorang tidak membersihkan mulut dengan baik,” jelasnya dalam sebuah seminar kesehatan gigi.

 Ia menambahkan bahwa plak biasanya mulai terbentuk dalam waktu beberapa jam setelah makan. Jika tidak dibersihkan dalam kurun waktu 24 hingga 72 jam, plak tersebut dapat mengalami proses mineralisasi oleh kalsium yang terdapat dalam air liur. 

Proses inilah yang akhirnya menghasilkan karang gigi yang keras dan melekat kuat pada permukaan gigi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: