Makna Hari Raya Idul Fitri, Bukan Soal Kue Lebaran Maupun Pakaian Baru
masjid agung mukomuko--
RADARMUKOMUKO.COM - Umat muslim Indonesia akan merayakan hari raya idul fitri 14467 hijriah, setelah satu bulan penuh berpuasa.
Tentu lebaran adalah saat paling ditunggu umat Islam, karena menandai berakhirnya puasa selama satu bulan di bulan suci Ramadan dan menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah, yakni kesucian hati dan kebersihan jiwa.
Dilansir, selain sebagai ajang kemenangan setelah sebulan berpuasa, Idul Fitri juga memiliki makna yang lebih dalam dalam perspektif islam.
Kembali ke Fitrah
Idul Fitri berasal dari dua kata, yaitu ‘id’ dan ‘al-fitri’. Id secara bahasa berasal dari kata ada - ya’uudu, yang artinya kembali. Sedangkan, kata al-fitri memiliki dua makna, yaitu suci dan berbuka. Suci artinya bersih dari segala dosa, kesalahan, dan keburukan.
BACA JUGA:Tanda-Tanda Terjadinya Malam Lailatul Qadar dengan Ciri Alami
BACA JUGA:3 Pahlawan Indonesia Yang Wafat di Usia Yang Sangat Muda, Belasan Tahun
Hari Kemenangan
Idul Fitri menjadi hari kemenanga karena Muslim telah menyelesaikan salah satu ibadah yang berat, yakni puasa Ramadan. Ini adalah kemenangan spiritual atas hawa nafsu dan godaan duniawi.
Allah swt dalam firmannya di QS Al-Baqarah ayat 183 menyampaikan bahwa tujuan melaksanakan puasa adalah untuk mendapatkan gelar bertakwa.
Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momen spiritual yang penuh makna. Ini adalah waktu untuk kembali kepada fitrah, memperkuat silaturahmi, dan menyempurnakan ibadah dengan membayar zakat fitrah.*
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
