Pahala Anak Yang Berpuasa Ramadhan Untuk Orang Tuanya?

Pahala Anak Yang Berpuasa Ramadhan Untuk Orang Tuanya?

3 Jenis Pakaian Anak-Anak Nuansa Muslim yang Paling Banyak Terjual--

 

RADARMUKOMUKO.COM - Anak-anak masuk dalam golongan orang yang tidak diwajibkan berpuasa ramadhan, karena mereka belum baligh.

Tetapi kenyataannya banyak anak-anak puasa selama bulan ramadhan, bahkan ada yang puasa full satu bulan penuh.

Pertanyaan yang banyak muncul, apakah benar pahalanya akan diberikan untuk orang tuanya?

Mengutib, Allah SWT mewajibkan puasa bagi orang-orang yang beriman. Dan tidak diwajibkan ibadah termasuk berpuasa bagi orang yang kehilangan akal. 

Maka orang gila dan anak kecil yang belum mampu membedakan antara yang yang baik dan buruk tidak wajib menunaikan ibadah. 

Demikian juga Al-Ma’tuh (kurang waras) dibawah level gila, demikian juga orang tua renta yang pikun, seperti yang dikemukakan penanya, maka dia tidak wajib melaksanakan ibadah puasa, shalat dan thaharah (bersuci). 

BACA JUGA:Kandungan Nutrisi Taro: Vitamin, Mineral, dan Antioksidan yang Bermanfaat untuk Kesehatan!

BACA JUGA:Puasa Hari Kelima Ramadhan 1447, Waktu Berbuka dan Sholat Wajib Wilayah Mukomuko

Terkait pahala bagi anak yang masih kecil berpuasa, dilansir dari berbagai sumber, seperti almanhaj.or.id, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin memberi penjelasan saat mejawab pertanyaan, Apa syarat-syarat syahnya puasa anak kecil dan apakah benar asumsi bahwa pahala puasanya menjadi milik kedua orang tuanya?

Jawaban, Syari’at memerintahkan orang tua agar membiasakan anak-anak untuk berpuasa sejak dini saat mereka mampu melaksanakannya, meski umurnya belum mencapai 10 tahun. 

Dan jika dia telah baligh, maka orang tua harus memaksanya. Kalau anak kecil berpuasa juga sebelum baligh maka dia juga wajib meninggalkan hal-hal yang meruksan puasa seperti layaknya orang dewasa, misalnya makanan dll.

Sedangkan pahala puasanya, maka ia menjadi miliknya, dan orang tua juga mendapatkan pahala atas usahanya mendidik anak berpuasa.

Demikian juga selain orang tua juga mendapatkan pahala atas kebaikan yang mereka lakukan, seperti mengajarkan ilmu kepada anak-anak yatim, kerabat, pembantu dan lain-lain. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: