Puasa Baru Satu Hari, Ini Jenis Kue Lebaran yang Sudah Dipromosikan

Puasa Baru Satu Hari, Ini Jenis Kue Lebaran yang Sudah Dipromosikan

Puasa Baru Satu Hari, Ini Jenis Kue Lebaran yang Sudah Dipromosikan--

RADARMUKOMUKO.COM -  Aroma mentega dan gula halus belum sepenuhnya memenuhi dapur-dapur rumah tangga, tetapi etalase toko kue di sejumlah sudut kota sudah lebih dulu berbicara. 

Baru sehari umat Muslim menjalani ibadah puasa, deretan stoples bening berisi nastar keemasan, kastengel yang tersusun rapi, hingga putri salju bertabur gula sudah dipajang lengkap dengan label promo awal Ramadan. 

Suasana ini tampak di beberapa pusat perbelanjaan dan toko rumahan di Mukomuko pada awal pekan ini, ketika semangat menyambut Lebaran seolah tak sabar menunggu hitungan hari.

Fenomena promosi kue Lebaran sejak hari pertama puasa bukan lagi hal baru. Para pelaku usaha mengaku strategi ini dilakukan untuk menjaring pembeli lebih awal, sekaligus mengatur ritme produksi agar tidak kewalahan mendekati Idulfitri. 

Toko Kue Sari Rasa sudah dipenuhi paket hampers yang dibungkus pita emas. “Kami mulai promosi dari hari pertama puasa karena permintaan biasanya sudah masuk sejak awal Ramadan. Banyak pelanggan yang ingin cicil beli atau pesan dulu supaya tidak kehabisan,” ujar Rina (34), pemilik usaha tersebut.

Menurut Rina, jenis kue yang paling cepat dipromosikan dan selalu menjadi primadona adalah nastar, kastengel, dan putri salju. Selain itu, kue kering cokelat chips, lidah kucing, dan sagu keju juga mulai ditawarkan dengan potongan harga khusus pemesanan awal. 

Ia menjelaskan bahwa dalam sehari pertama puasa saja, sudah ada puluhan toples yang dipesan, sebagian besar oleh pelanggan tetap. “Kalau mendekati Lebaran, kami bisa produksi ratusan toples per hari. Jadi promosi lebih awal membantu kami mengatur stok bahan baku,” katanya.

Di tempat lain, pelaku usaha rumahan juga merasakan hal serupa. Dona (29), ibu dua anak yang memproduksi kue dari dapur rumahnya di Kecamatan Kota Mukomuko, mengaku memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produknya sejak malam pertama tarawih. 

Foto-foto kue kering dengan latar kain bernuansa hijau dan emas ia unggah disertai keterangan promo “early order”. “Biasanya orang sudah mulai survei harga dari awal puasa. Kalau kita tidak cepat promosi, mereka bisa beralih ke penjual lain,” tutur Dona.

Strategi pemasaran sejak awal Ramadan dinilai sebagai bagian dari adaptasi pelaku usaha terhadap pola belanja masyarakat yang berubah. Jika dulu pembelian kue Lebaran identik dengan pekan terakhir puasa, kini konsumen cenderung merencanakan lebih awal. 

Faktor ekonomi dan kemudahan transaksi digital turut memengaruhi. Pembeli bisa mentransfer uang muka, lalu melunasi menjelang pengiriman. “Sekarang orang lebih suka aman. Mereka pesan dari awal, apalagi kalau ada diskon,” kata Rina.

 

Dari sisi konsumen, promosi awal ini justru dianggap membantu. Yanti (41), seorang pegawai swasta di Mukomuko, mengaku sengaja memesan nastar dan kastengel di hari pertama puasa untuk menghindari kenaikan harga menjelang Lebaran. 

“Biasanya harga bahan naik. Kalau pesan sekarang, harganya masih normal dan bisa dicicil,” ujarnya. Ia menilai cara ini lebih efektif dalam mengatur pengeluaran Ramadan yang kerap membengkak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: