Hasil Panen Jagung Sadesahe Desa Manjuto Jaya Hanya Dua Kuintal
tanaman jagung program ketahanan pangan-istimewa-
RADARMUKOMUKO.COM – Program satu desa satu hektar (sadesahe) di Kabupaten Mukomuko tidak semuanya berjalan sukses.
Ada tanaman jagung yang panen normal, diangka 4 sampai 7 ton dari luasan lahan satu hektar. Tapi sebaliknya, ada juga tanaman jagung sadesahe yang mendapat hasil sedikit, bahkan gagal panen.
Salah satunya seperti tanaman jagung sadesahe di Desa Manjuto Jaya, hanya dapat hasil panen sekitar dua kuintal atau setara dengan 200 kilogram (kg).
Sebagaimana disampaikan Kaur Keuangan Manjuto Jaya, Aja Saiman, ditemui dikantor desa. Pada Senain 9 Februari 2026.
Aja Saiman, mengatakan, jagung ketahanan pangan sadesahe Manjuto Jaya telah dipanen beberapa waktu lalu. Program ini memang sukses terealisasi, karena ditanam dan berhasil dipanen.
BACA JUGA:Dikenal Dengan Nama Sebutan Minangkabau, Ini Nama Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat
BACA JUGA:Dinas Nakertrans Mukomuko Lakukan Singkronisasi Kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan
Tapi kenyataan dilapangan tidak seindah itu, karena hasil panen sangat minim. Dimana hasil jagung ketahanan pangan ini hanya dapat sekitar dua kuintal.
Tentu jika berdasarkan akumulasi modal, hasilnya tidak sebanding dan masuk kriteria gagal panen. Pasalnya anggaran ketahanan pangan tanam jagung sadesahe diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 20 jutaan.
"Kita sudah panen tanaman jagung sadesahe beberapa waktu lalu, tapi hasilnya zonk karena jauh dari kata balik modal," tuturnya.
Ia juga menceritakan, kondisi tanah di Manjuto Jaya sepertinya kurang cocok untuk tanaman jagung. Sejak awal ditanam, jagung sangat rentan diserang hama, seperti ulang penggerek daun dan lainnya. Belum lagi hama tikus yang juga ikut menyerang tanaman jagung.
Selain itu pertumbuhan tanaman juga kurang maksimal. Tak sampai disitu, ketika mulai berbuah, tanaman jagung juga diserang oleh berbagai hama, seperti tikus, tupai dan yang sangat mengganggu adalah monyet.
BACA JUGA:Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Mukomuko 20.649 Orang, Termasuk Buruh Sawit dan Nelayan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: