Konsultasi dengan Dokter Kandungan: Langkah Penting untuk Menjaga Kesehatan Rahim!

Konsultasi dengan Dokter Kandungan: Langkah Penting untuk Menjaga Kesehatan Rahim!

Konsultasi dengan Dokter Kandungan: Langkah Penting untuk Menjaga Kesehatan Rahim!--

RADARMUKOMUKO.COM - Banyak wanita menganggap kesehatan rahim sebagai hal yang tabu atau tidak perlu diperhatikan hingga muncul masalah serius. Padahal, rahim bukan hanya organ penting untuk kesuburan, tetapi juga memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan reproduksi secara keseluruhan. 

Salah satu cara terbaik untuk merawatnya adalah dengan melakukan konsultasi rutin dengan dokter kandungan (dokter spesialis kebidanan dan kandungan/SpOG). 

Langkah yang sering dianggap menyusahkan ini justru menjadi investasi berharga untuk masa depan kesehatan Anda.

Kesehatan rahim yang baik tidak hanya memengaruhi kemampuan untuk hamil, tetapi juga berkaitan dengan risiko penyakit serius seperti kanker serviks, mioma uteri, endometriosis, dan infeksi saluran reproduksi. 

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kasus kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian utama pada wanita di Indonesia, termasuk di daerah Bengkulu. 

Sayangnya, sebagian besar kasus terdeteksi pada tahap lanjut karena kurangnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan dokter kandungan.

Kapan sebaiknya Anda mulai berkonsultasi dengan dokter kandungan? Idealnya, wanita mulai melakukan pemeriksaan pertama saat memasuki usia remaja atau saat pertama kali aktif secara seksual. 

Bagi mereka yang belum aktif secara seksual, konsultasi tetap disarankan setiap 1-2 tahun untuk memantau perkembangan kesehatan reproduksi. Sedangkan bagi wanita yang sudah aktif secara seksual atau memiliki riwayat penyakit tertentu, disarankan untuk berkonsultasi minimal setiap 6 bulan sekali. 

Selain itu, wanita hamil, menyusui, atau memasuki masa menopause juga memerlukan pemantauan khusus dari dokter kandungan untuk memastikan kesehatan rahim dan organ reproduksi lainnya tetap terjaga.

Selama konsultasi, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang disesuaikan dengan kondisi dan usia pasien. 

Pemeriksaan dasar meliputi wawancara tentang riwayat kesehatan, riwayat menstruasi, aktivitas seksual, dan gejala yang mungkin dirasakan. 

Setelah itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan payudara, pemeriksaan panggul, dan tes pap smear untuk mendeteksi sel abnormal pada leher rahim. Jika diperlukan, dokter juga dapat merekomendasikan tes tambahan seperti USG rongga panggul untuk melihat kondisi rahim secara lebih jelas atau tes laboratorium untuk mendeteksi infeksi.

Manfaat yang diperoleh dari konsultasi rutin sangat luas. Selain mendeteksi penyakit secara dini yang memudahkan penanganan, dokter juga dapat memberikan saran tentang cara merawat kesehatan rahim sesuai dengan kondisi masing-masing. 

Misalnya, tentang pilihan kontrasepsi yang aman, cara mengelola nyeri menstruasi, atau pola hidup sehat yang mendukung kesehatan reproduksi. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: